Kristenisasi Berkedok Haji: Beredar Buku Manasik Haji Palsu Bergambar Yesus
Sesungguhnya
kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang
yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.(QS Al-Maidah [5] : 82)
___________________________________________________________________________________
Hampir
setiap tahun, para misionaris Kristen memanfaatkan momen akbar 'Ibadah
Haji' umat Islam dengan menggelontorkan misi kristenisasi berkedok
manasik haji. Para calon jama'ah haji diserbu dengan buku manasik haji
palsu bergambar Yesus.
Jelang
musim haji 2012, Kantor Kementerian Agama Kota Bengkulu menemukan buku
panduan haji bergambar Yesus Kristus. Gambar tersebut dijumpai saat
sejumlah calon haji hendak melakukan manasik.
“Di buku
panduan haji ada gambarnya Yesus sedang menggembala domba,” kata
Yusrati, salah seorang peserta Manasik, Senin, 10 September 2012. Dia
menduga ada unsur kesengajaan gambar tersebut ada di buku panduan haji.
“Tidak mungkin gambar ini muncul tiba-tiba,” ujarnya.
Yusrati
menjelaskan, buku panduan haji itu semestinya hanya berisi doa, zikir,
dan tanya jawab manasik haji dan umrah. Namun ada satu halaman yang
dilampiri foto Yesus. Di situ, Yesus digambarkan dalam posisi sedang
menggembala seekor domba. Di bawah gambar tersebut tertulis “Yesus dan
gembala yang baik”.
....Di buku panduan haji ada gambarnya Yesus menggembala domba. Padahal mestinya buku panduan haji hanya berisi doa, zikir, dan tanya jawab manasik haji...
Terkait
gambar tersebut, Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian
Agama Kota Bengkulu, Efendi Joni, mengatakan buku panduan tersebut
didapat dari Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh
Kementerian Agama Republik Indonesia.
“Buku
itu akan kami kembalikan ke direktorat supaya diusut,” kata Efendi. Dia
mengaku khawatir adanya gambar tersebut akan menimbulkan konflik
antar-agama.
Setelah
mengecek 280 buku panduan haji yang telah dibagikan kepada calon jemaah
haji, petugas kementerian agama, menurut Efendi, pihaknya hanya
menemukan satu buku panduan yang memuat gambar tersebut.
KRISTENISASI BUKU “UPACARA IBADAH HAJI” DI LEBAK BANTEN
Beberapa
tahun lalu, kasus serupa terjadi di Kabupaten Lebak, Banten. Secara
membabi-buta, misionaris Kristen menyebarkan buku berjudul “Risalah
Upacara Ibadah Haji” dengan tebal 86 halaman ini dikarang oleh Drs. H.
Amos.
Peristiwa
yang menghebohkan warga Lebak pada awal November 2008 itu pun langsung
ditangani Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak, dengan
mengeluarkan fatwa yang menyatakan buku itu haram dibaca umat Islam.
Menurut
KH Satibi Hambali, Ketua MUI Lebak, buku itu isinya menyebutkan ibadah
haji sebagai ibadah menyembah berhala. Selain itu, ibadah haji juga
disebut sebagai ibadah agama bangsa Arab. “Inikan sangat menyesatkan.
Untuk itu kami meminta aparat menindak penerbit dan orang yang
membagikan buku gratis tersebut,” pinta KH Satibi, Kamis (13/11).
Drs H
Amos, nama aslinya Drs Poernama Winangun adalah murtadin binaan
penginjil Suradi ben Abraham. Setelah menikah dengan wanita berdarah
Manado, ia murtad ke Kristen dan belajar islamologi kepada Suradi ben
Abraham.
...Berdasarkan Syari’at Islam mereka yang menghina Islam seperti Pendeta Suradi dan Pendeta Poernama Winangun wajib dihukum mati...
FATWA MATI UNTUK PENDETA DAN PENGINJIL PENGHUJAT ISLAM
Buku
“Upacara Ibadah Haji” yang beredar luas ke kalangan Muslim itu beredar
pertama kali tahun 2001. Karenanya, atas ulah buku kristenisasi yang
menghujat Islam ini, Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) yang dikomandani
KH Athian Ali Dai mengeluarkan Fatwa Mati terhadap para pendeta dan
penginjil yang menghina Islam seperti Suradi ben Abraham dan Poernama
Winangun.
“Berdasarkan
Syari’at Islam mereka yang menghina Islam seperti Pendeta Suradi dan
Pendeta Poernama Winangun wajib dihukum mati,” demikian kutipan fatwa
bertajuk” tertanggal 7 Dzulqa’idah 1421 H bertepatan 1 Februari 2001
itu.
Dalam
fatwa yang ditandatangani Ketua FUUI KH. ‘Athian Ali Da’i dan Penasihat
FUUI KH. Muhammad Rusyad Nurdin, fatwa mati divonis berdasarkan nas
surat Al-Baqarah ayat 191 dan 193, yang diperkuat dengan beberapa sabda
Rasulullah SAW, antara lain:
Hadits riwayat Abu Daud dan An-Nasa’i: “Dari Ibnu Abbas RA, bahwa ada seorang buta yang mempunyai ummul walad (budak perempuan yang dipakai tuannya lalu beranak) yang memaki-maki dan mencela Nabi Muhammad SAW. Ia telah melarang ummul walad
tersebut, namun dia tidak mau berhenti mencela. Maka, pada suatu malam
ia ambil satu pacul yang tajam sebelah, lalu ia taruh di perutnya dan ia
duduki, dan dengan itu ia bunuh dia, sampai yang demikian kepada Nabi
SAW, maka beliau bersabda: Saksikanlah bahwa darahnya itu hadar (sia-
sia).”
Dalam
hadits lainnya disebutkan bahwa seorang wanita Yahudi telah memaki Nabi
SAW dan mencelanya, maka seorang lelaki mencekiknya hingga mati, maka
Rasulullah SAW membatalkan darahnya.”
PENDETA MENGHUJAT MUALLAF MERALAT
Fatwa
mati terhadap pendeta dan penginjil penghujat Islam itu sangat tepat,
karena seluruh isi buku itu jauh dari ilmiah, penuh dengan hujatan agama
yang bisa memicu konflik antaragama. Beberapa daftar hujatan dalam buku
ini antara lain:
Isi buku
“Upacara Ibadah Haji” tulisan pendeta ini seluruhnya menghujat Islam,
melecehkan Allah SWT, menghina Nabi Muhammad SAW, dan menginjak-injak
syariat Islam. Beberapa pelecehan dalam buku ini, antara lain:
- Menyatakan bahwa berdasar Al-Qur’an dan Hadits Nabi SAW, kedudukan Nabi Isa AS sama dengan ALLAH SWT. (hlm. 7-10).
- Menghina Allah SWT dengan menyatakan bahwa Allah adalah sebuah benda/zat (hlm. 15-17).
- Menuduh Nabi Muhammad sebagai nabi khusus untuk orang Arab saja yang mengajarkan kitab Al-Qur’an khusus untuk orang Arab saja (hlm. 19-20).
- Menghina Nabi Muhammad SAW sebagai orang yang belum memperoleh keselamatan (celaka) di akhirat (hlm. 23-25).
- Melecehkan Nabi Muhammad SAW dengan menuduh beliau pernah memperkosa seorang gadis di bawah umur (hlm. 27-33).
- Melecehkan Nabi Muhammad SAW dengan menuduh beliau sebagai orang yang hobi kawin-cerai (hlm. 32).
- Menghina ALLAH SWT dengan menyatakan bahwa berdasar Al-Qur’an dan Hadits Nabi, Nabi Musa AS lebih memiliki pengetahuan dibandingkan ALLAH SWT. (hlm. 38-40).
- Menghina umat Islam dengan tuduhan bahwa umat Islam memberhalakan Ka’bah. (hlm. 49-51).
- Melecehkan ibadah haji dengan menuduh bahwa umat Islam halal mencuri dan korupsi untuk haji (hlm. 52).
- Menghina tauhid umat Islam sebagai tauhid yang menyembah sebuah batu (hlm. 60-61).
- Menuduh Al-Qur’an sebagai kitab yang sudah tidak relevan dan ketinggalan zaman (hlm. 64-66).
- Menuduh Nabi Muhammad sebagai orang yang mengajarkan penyembahan setan dalam Upacara Haji (hlm. 71); sehingga orang yang tidak menyembah berhala dikafirkan oleh Nabi Muhammad (hlm. 73-74).
- Menuduh Ibadah Haji sebagai upacara penyembahan berhala yang tertutup (hlm. 78).
- Menuduh Ibadah Haji sebagai pekerjaan syirik kepada Tuhan (hlm. 83).
Menyikapi
fitnah keji pendeta tersebut, H Wenseslaus Insan LS Mokoginta, muallaf
berdarah Cina-Manado, menempuh jalur ilmiah dengan menulis buku jawaban
balik. Dalam buku monumentalnya “Pendeta Menghujat Muallaf Meralat:
Menyanggah Buku ‘Upacara Ibadah Haji’ karya Pendeta Himar Amos Alias
Poernama Winangun,” Insan berusaha menjawab seluruh hujatan buku
Kristen.
Melalui
buku ini, peraih Muallaf Award selama empat tahun berturut-turut itu
berharap agar umat Islam tidak terkecoh membaca buku “Upacara Ibadah
Haji” karya Pendeta Drs. H. Amos itu. “Umat Islam pasti terkecoh dan
menyangka kalau buku ini adalah bacaan umat Islam, sama seperti buku
manasik ibadah haji pada umumnya. Apalagi pada sampul depan dihiasi
dengan foto Masjidil Haram yang sedang dipadati oleh jemaah ibadah
haji,” ujarnya. [taz].[Voa-islam]
___________________________________________________________________________________
Orang-orang
Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama
mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)".
Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang
kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.(QS Al-Baqarah [2] : 120)
*** Maha Benar Allah Dari Segala Firmannya ***