Recent Articles

0
Oleh Syaikh Dr. Muhammad al-‘Arifi

Aku pernah diundang di malam Ramadhan dua tahun yang lalu untuk menjadi pembicara dalam satu siaran live di salah satu siaran televisi. Siaran kala itu berkisar tentang ibadah pada bulan Ramadhan. Siaran itu dilakukan di Makkah al-Mukarramah pada satu kamar di salah satu hotel yang bisa melongok di atas Masjidil al-Haram.

Kala itu, kami berbicara tentang Ramadhan. Para pemirsa televisi bisa melihat dari sela-sela jendela kamar di belakang kami pemandangan orang-orang yang umrah dan thawaf secara langsung.

Kala itu pemandangannya sungguh mengagumkan dan mengharukan, membuat pembicaraan pun semakin berkesan. Hingga pembawa acara menjadi lembut hatinya, dan menangis di tengah halaqah itu. Sungguh suasana itu adalah suasana keimanan, dan tidak merusak suasana itu kecuali salah satu kameramen.

Dia memegang kamera dengan satu tangan, dan tangan yang kedua memegang “Tuhan Sembilan Senti” menurut istilah Penyair Taufik Ismail , yaitu rokok. Seakan-akan tidak ada satu waktu yang tersia-siakan dari malam bulan Ramadhan kecuali dia kenyangkan paru-parunya dengan asap rokok.

Hal ini banyak menggangguku. Penghisap rokok itu benar-benar mencekikku, tetapi harus bersabar, karena itu adalah siaran langsung, dan tidak ada alasan, kecuali terpaksa melaluinya.
Berlalulah satu jam penuh, dan berakhirlah kajian itu dengan salam.

Kameramen itu pun mendatangiku –sementara rokok masih ada di tangannya- sembari dia mengucapkan terima kasih dan memuji. Maka kukeraskan genggaman tanganku dan kukatakan, ‘Anda juga, saya berterima kasih atas keikutsertaan Anda dalam menyuting acara keagamaan ini. Saya memiliki satu kalimat, barangkali Anda mau menerimanya.’

Dia pun menjawab, ‘Silahkan… silahkan.”
Kukatakan, ‘Rokok dan siga…” (maksudku sigaret), namun dia memutus pembicaraanku seraya berkata, ‘Jangan menasihatiku… demi Allah, tidak ada faidahnya wahai syaikh.’
Kukatakan, ‘Baik, dengarkan saya… Anda tahu bahwa rokok haram, dan Allah berfirman…’

Dia pun memotong pembicaraanku sekali lagi, ‘Wahai Syaikh, janganlah menyia-nyiakan waktu Anda… saya telah merokok selama 40 tahun… rokok telah mengalir dalam urat nadi saya… tidak ada faidah… selain Anda lebih pandai lagi..!!
Kukatakan, ‘Apa yang ada faidahnya?’

Dia pun merasa tidak enak dariku lalu berkata, ‘Do’akanlah saya… do’akanlah saya.’
Maka akupun memegang tangannya seraya berkata, ‘Mari bersama saya..’
Kukatakan, ‘Mari kita melihat kepada Ka’bah.’

Maka kamipun berdiri di sisi jendela yang bisa melongok di atas al-Haram. Dan ternyata setiap jengkal dipenuhi dengan manusia. Antara yang ruku’, sujud, yang sedang umrah, dan sedang menangis. Sungguh pemandangan yang sangat mengesankan.

Kukatakan, ‘Apakah Anda melihat mereka?’
Dia menjawab, ‘Ya.’
Kukatakan, ‘Mereka datang dari setiap tempat, yang putih, yang hitam… orang Arab dan ‘ajam… yang kaya dan miskin… semuanya berdo’a kepada Allah agar menerima ibadah mereka dan mengampuni mereka…’
Dia menjawab, ‘Benar… benar…’

Kukatakan, ‘Tidakkah Anda menginginkan Allah memberikan kepada Anda apa yang Dia berikan kepada mereka?’
Dia menjawab, ‘Ya… tentu saja.’
Kukatakan, ‘Angkatlah tangan Anda, saya akan berdo’a untuk Anda… dan aminilah do’a saya.’
Akupun mengangkat kedua tanganku lalu kukatakan, ‘Ya Allah, ampunilah dia…’

Dia berkata, ‘Aamiin.’
Aku berdo’a, ‘Ya Allah, angkatlah derajatnya, dan kumpulkanlah dia bersama dengan orang-orang yang dikasihinya di dalam sorga… ya Allah…’
Dan tidak henti-hentinya aku berdo’a hingga hatinya lembut dan menangis… seraya mengulang-ulang, ‘Aamiin… aamiin…’

Tatkala aku ingin menutup do’a kukatakan, ‘Ya Allah, jika dia meninggalkan rokok, maka kabulkanlah do’a ini, jika tidak, maka haramkan dia atas terkabulnya do'a ini.’
Maka pecahlah tangisan laki-laki tersebut, sembari menutupi wajahnya dengan kedua tangannya dan keluar dari kamar tersebut.

Berbulan-bulan telah berlalu, akupun diundang lagi di studio televisi tersebut untuk melakukan siaran langsung.
Saat aku masuk ke bangunan tersebut, tiba-tiba ada seorang laki-laki yang tampak taat beragama menemuiku, kemudian dia mengucapkan salam dengan hangat, lalu mencium kepalaku, dan merendah meraih kedua tanganku untuk menciumnya, dan sungguh dia sangat terkesan.

Kukatakan kepadanya, ‘Mudah-mudahan Allah mensyukuri kelembutan dan adab Anda… saya sungguh menghargai kecintaan Anda… akan tetapi maaf, saya belum mengenal Anda…’

Maka dia berkata, ‘Apakah Anda masih ingat dengan kameramen yang telah Anda nasihati untuk meninggalkan rokok dua tahun yang lalu.’

Kujawab, ‘Ya…’
Dia berkata, ‘Sayalah dia… demi Allah wahai syaikh… sesungguhnya aku tidak pernah meletakkan rokok di mulutku sejak saat itu.’ Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

Sumber: Majalah Qiblati
0
Nabi memiliki sembilan pedang: Ma'thur yang diwariskan oleh ayahnya, dan itu adalah pedang pertama yang pernah dimiliki oleh beliau. Dia juga memiliki al-'Idb dan Dhu al-Fiqar, yang tidak pernah jauh darinya. Dhu al-Fiqar memiliki gagang melingkari tangannya, dan dasar yang terbuat dari perak. Beliau juga memiliki al-Qal'i, al-Battar, al-Hatf, ar-Rawb, al-Mikhdam, dan al-Qadib, yang juga memiliki bahan dasar terbuat dari perak. Nabi memperoleh Dhu al-Fiqar selama perang Badar.

Nabi memiliki tujuh buah baju besi: Dhat al-Fudul, yang kemudian ditukarkan dengan tiga puluh sa’ selai (makanan) kepada abu Abu-Shahm, seorang Yahudi, untuk makanan keluarganya. Dhat al-Fudul terbuat dari besi. Nabi juga memiliki Dhat al-Wishah, Dhat al-Hawashi, as-Sa'diyyah, Fiddah, al-Batra ', dan al-Khirniq.

Nabi dimiliki enam busur panah: az-Zawra ', ar-Rauha', as-Safra ', al-Bayda', al-Katum—yang rusak selama pertempuran Uhud, dan diambil oleh Qatadah bin an-Nu'man—dan as-Saddad.

Nabi memiliki bergetar disebut al-Kafur, dan tali untuk itu terbuat dari kulit kecokelatan, serta cincin melingkar tiga perak, gesper, dan ujung terbuat dari perak. Kita harus menyebutkan bahwa Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa tidak ada riwayat otentik bahwa Nabi pernah memakai tali pinggangnya.

Nabi juga memiliki beberapa perisai: az-Zalluq, dan perisai yang dinamai al-Futaq. al-Futaq diberikan kepadanya sebagai hadiah, dan awalnya terdapat gambar patung di atasnya. Rasul sering meletakkan tangannya pada gambar patung itu hingga kemudian gambar itu menjadi pudar tak terlihat.

Nabi memiliki lima tombak: al-Muthwi, al-Muthni, an-Nab'ah, tombak besar yang dinami al-Bayda ', dan tombak pendek bernama Anazah. Tombak ini selalu dibawa ketika hari raya Id, digunakan sebagai sutrah. Kadang-kadang, Nabi berjalan sambil memegang 'Anazah.

Nabi memiliki helm yang terbuat dari besi yang disebut al-Muwashah - yang dihiasi dengan tembaga - dan helm yang lain, disebut-Sabugh, atau Dhu sebagai-Sabugh.

Nabi memiliki tiga jubah panjang (jubbas) yang terus dipakai selama pertempuran. Salah satunya terbuat dari brokat halus berwarna hijau (sundus). Nabi memiliki bendera hitam, disebut al-'Uqab. Abu Dawud dalam salah satu hadis yang dikumpulkan dalam kitab 'Sunan,' dari seorang sahabat yang mengatakan: "Aku melihat bendera Nabi." Nabi juga memiliki tongkat yang disebut al-'Arjun, dan al-Mamshuq.
0
Ilustrasi
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari Abdullah bin Amr berkata,
تَخَلَّفَ عَنَّا رَسُوْلُ اللهِ فِيْ سَفَرٍ سَفَرْنَاهُ، فَأَدْرَكَنَا وَقَدْ أَرْهَقَتْنَا الصَّلاَةُ، صَلاَةُ الْعَصْرِ وَنَحْنُ نَتَوَضَّأُ، فَجَعَلْنَا نَمْسَحُ عَلَى أَرْجُلِنَا، فَنَادَاناَ بِأَعْلَى صَوْتِهِ :” وَيْلُ لِلأَعْقَابِ مِنَ النَّارِ”

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketinggalan dari kami dalam suatu safar yang kami bersafar bersama beliau, lalu (setelah menyusul kami) beliau mendapati kami (dan ketika itu) telah datang waktu sholat yaitu shalat asar- kami sedang berwudhu, maka kami mengusap kaki-kaki kami. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berteriak kepada kami dengan suaranya yang keras “Celakalah tumit-tumit (yang tidak terkena air wudhu) dengan ancaman neraka” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hanya mengusap punggung kaki bertentangan dengan sunnah menyela-nyela jari ketika berwudhu. Dari Laqith bin Sabrah berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَسْبِغِ الْوُضُوْءَ، وَخَلِّلْ بَيْنَ الأَصَابِعِ، وَبَالِغْ فِيْ الإِسْتِنْشَاقِ إِلاَّ أَنْ تَكُوْنَ صَائِمًا

“Sempurnahkanlah wudhu dan sela-selalah jari-jari dan bersungguh-sungguhlah ketika beristinsyaq (memasukkan air dalam hidung) kecuali jika engkau sedang berpuasa” (Diriwayatkan oleh lima imam, dishahihkan oleh Tirmidzi).
0
Sebuah kajian baru membuktikan bahwa semakin banyak hafalan seseorang terhadap Al-Qur’an Al-Karim, maka semakin baik pula kesehatan. Dr. Shalih bin Ibrahim Ash-Shani’, guru besar psikologi di Universitas Al-Imam bin Saud Al-Islamiyyah, Riyadh, meneliti dua kelompok responden, yaitu mahasiswa/i Universitas King Abdul Abdul Aziz yang jumlahnya 170 responden, dan kelompok mahasis Al-Imam Asy-Syathibi yang juga berjumlah 170 responden.

Peneliti mendefinisikan kesehatan psikologis sebagai kondisi dimana terjadi keselarasan psikis individu dari tiga faktor utama: agama, spiritual, sosiologis, dan jasmani. Untuk mengukurnya, peneliti menggunakan parameter kesehatan psikis –nya Sulaiman Duwairiat, yang terdiri dari 60 unit.

Penelitian ini menemukan adanya korelasi positif antara peningkatan kadar hafalan dengan tingkat kesehatan psikis, dan mahasiswa yang unggul di bidang hafalan Al-Qur’an itu memiliki tingkat kesehatan psikis dengan perbedaan yang sangat jelas.

Ada lebih dari tujuh puluh kajian, baik Islam atau asing, yang seluruhnya menegaskan urgensi agama dalam meningkatkan kesehatan psikis seseorang, kematangan dan ketenangannya. Sebagaimana berbagai penelitian di Arab Saudi sampai pada hasil yang menegaskan peran Al-Qur’an Al-Karim dalam meningkatkan ketrampilan dasar siswa-siswa sekolah dasar, dan pengaruh yang positif dari hafalan Al-Qur’an untuk mencapai IP yang tinggi bagi mahasiswa.

Kajian tersebut memberi gambaran yang jelas tentang hubungan antara keberagamaan dengan berbagai bentuknya, terutama menghafal Al-Qur’an Al-Karim, dan pengaruh-pengaruhnya terhadap kesehatan psikisi individu dan kepribadiannya, dibanding dengan individu-individu yang tidak disiplin dengan ajaran-ajaran agama, atau tidak menghafal Al-Qur’an, sedikit atau seluruhnya.

Komentar terhadap Kajian:

Setiap orang yang menghafal sebagian dari Al-Qur’an dan mendengar bacaan Al-Qur’an secara kontinu itu pasti merasakan perubahan yang besar dalam hidupnya. Hafalan Al-Qur’an juga berpengaruh pada kesehatan fisiknya. Melalui pengalaman dan pengamatan, dipastikan bahwa hafalan Al-Qur’an itu dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada seseorang, dan membantunya terjaga dari berbagai penyakit.

Berikut ini adalah manfaat-manfaat hafalan Al-Qur’an, seperti yang penulis dan orang lain rasakan:

1. Pikiran yang jernih.
2. Kekuatan memori.
3. Ketenangan dan stabilitas psikologis.
4. Senang dan bahagia.
5. Terbebas dari takut, sedih dan cemas.
6. Mampu berbicara di depan publik.
7. Mampu membangun hubungan sosial yang lebih baik dan memperoleh kepercayaan dari orang lain.
8. Terbebas dari penyakit akut.
9. Dapat meningkatkan IQ.
10. Memiliki kekuatan dan ketenangan psikilogis.

Karena itu Allah berfirman, “Sebenarnya, Al Qur'an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang lalim.” (QS Al-‘Ankabut [29]: 49)

Ini adalah sebagian dari manfaat keduniaan. Ada manfaat-manfaat yang jauh lebih besar di akhirat, yaitu kebahagiaan saat berjumpa dengan Allah, memperoleh ridha dan nikmat yang abadi, mendapatkan tempat di dekat kekasih mulia Muhammad Saw.
 

Youtube : Hikmah Dan Pahala Al-Quran
______
Oleh Abduldaem Al-Kaheel
> Persaudaraan Guru Pendidikan Agama Islam
0
Oleh: Ustadz Abu Abdillah Ahmad Zain, Lc
Di saat Nabi Muhammad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dilecehkan, dihina direndahkan oleh orang kafir, moment seperti ini dapat dijadikan oleh setiap muslim sebagai sebuah barometer, “Apakah ia seorang muslim yang membela Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam atau malah ia seorang yang menghina atau melecehkannya?!?”.
Saudaraku muslim…
Di bawah ini disebutkan tanda-tanda seorang yang menghina, mencela dan tidak menghormati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:


Mencintai selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan kecintaan yang melebihi cinta kepada beliau.
عَبْدَ اللَّهِ بْنَ هِشَامٍ قَالَ كُنَّا مَعَ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – وَهْوَ آخِذٌ بِيَدِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ فَقَالَ لَهُ عُمَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لأَنْتَ أَحَبُّ إِلَىَّ مِنْ كُلِّ شَىْءٍ إِلاَّ مِنْ نَفْسِى . فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « لاَ وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْكَ مِنْ نَفْسِكَ » . فَقَالَ لَهُ عُمَرُ فَإِنَّهُ الآنَ وَاللَّهِ لأَنْتَ أَحَبُّ إِلَىَّ مِنْ نَفْسِى . فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « الآنَ يَا عُمَرُ » .
Artinya: “Abdullah bin Hisyam berkata: Kami pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika beliau menggandeng tangan Umar bin Khaththab, lalu Umra berkata: “Wahai Rasulullah, sungguh engkau lebih aku cintai darisegala apapun kecuali dari diriku”, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak (demikian), demi Yang jiwaku berada di tangan-Nya, sampai aku lebih kamu cintai daripada dirimu sendiri”, Umar berkata: Sesungguhnya sekarang demi Allah, sungguh engkau kebih aku cintai sampai dari diriku.” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Sekarang wahai Umar (benar-benar kamu beriman-pen).” HR. Bukhari.

Siapa yang masih lebih mencintai hartanya dibandingkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, perlu dipertanyakan pembelaannya terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Siapa yang masih lebih mentaati selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, patut dipertanyakan, menungkin meremehkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, karena ketaatan hasil dari kecintaan.

Menjauhi ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, baik secara lahir ataupun batin

Allah Ta’ala berfirman:
{ وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا} [النساء: 115]
Artinya: ” Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasinya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali.” QS. An Nisa’: 115.

Bagaimana sikap Anda terhadap ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam?
Bagaimana keyakinan Anda dibandingkan keyakinan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam; Apakah Anda mentauhid Allah semata, tidak mensyirikkan-Nya, tidak percaya terhadap peramal, dukun, jimat, sesajen dan semisalnya

Bagaimana Ibadah Anda dibandingkan dengan Ibadah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam; Apakah shalat Anda mencontoh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, apakah dzikir Anda sesuai dengan cara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, apakah puasa Anda mencontoh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
Bagaimana tingkahlaku dan interaksi Anda mencontoh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, apakah Anda pernah berdusta, berbuat zhalim, sombong menolak kebenaran dan merendahkan oranglain, 4

Membenci bahkan cenderung menghina ajaran Nabi shallallahu ‘alaih wasallam dan melecehkan seorang yang berpegang teguh dengan ajaran dan sunnahnya, termasuk di dalamnya meremehkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika dibacakan kepadanya.
عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يقول: « فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِى فَلَيْسَ مِنِّى ».
Artinya: Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang membenci sunnahku maka bukan dariku.”
Siapa yang membenci ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, perlu dipertanyakan pembelaanya.
Siapa yang membenci tauhid, sunnah, jilbab wanita muslimah yang sesuai syariat, memanjangkan jenggot, mengangkat celana di atas dua mata kaki, makan dan minum dengan tangan kanan, siapa yang membenci semua ini, perlu dipertanyakan, “apakah ia sedang menghina Rasulullah atau menghinanya shallallahu ‘alaihi wasallam?”

Menolak hadits-hadits shahih
عَنْ أَبِى رَافِعٍ وَغَيْرُهُ رَفَعَهُ قَالَ « لاَ أُلْفِيَنَّ أَحَدَكُمْ مُتَّكِئًا عَلَى أَرِيكَتِهِ يَأْتِيهِ أَمْرٌ مِمَّا أَمَرْتُ بِهِ أَوْ نَهَيْتُ عَنْهُ فَيَقُولُ لاَ أَدْرِى مَا وَجَدْنَا فِى كِتَابِ اللَّهِ اتَّبَعْنَاهُ ».
Artinya: “Abu Rafi’ radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku tidak mendapati salah seorang dari kalian bersandar di atas kasur mewahnya, datang kepadanya sebuah perintah, yang aku perintahkan atau aku telah melarangnya, ia berkata: “Aku tidak tahu, apa yang kami dapatkan di dalam Al Quran (itu) yang kami ikuti.” HR. Tirmidzi

Siapa yang menolak hadits yang shahih, baik yang masuk dalam logikanya atau tidak, maka jangan mengaku-ngaku dia membela Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
Siapa yang menolak sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang shahih karena lebih mendahulukan hawa nafsunya, adatnya, madzhabnya, maka bisa dipastikan ia tidak membela beliau.

Meyakini ada Nabi setelah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam

Karena keyakinan ini telah bertentangan dengan Firman Allah dan Sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam:
{مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا} [الأحزاب: 40]
Artinya: “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” QS. Al Ahzab: 40
عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَلْحَقَ قَبَائِلُ مِنْ أُمَّتِى بِالْمُشْرِكِينَ وَحَتَّى يَعْبُدُوا الأَوْثَانَ وَإِنَّهُ سَيَكُونُ فِى أُمَّتِى ثَلاَثُونَ كَذَّابُونَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ نَبِىٌّ وَأَنَا خَاتَمُ النَّبِيِّينَ لاَ نَبِىَّ بَعْدِى ».
Artinya: “Tsauban radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah dibangkitkan hari kiamat sampai kabilah-kabilah dari umatku bersatu dengan kaum musyrik, dan samapi mereka menyembah berhala-berhala, dan sesungguhnya akan ada di dalam umatku 30 orang tukang dusta, seluruhnya mengaku bahwa ia adalah seorang nabi padahal aku adalah penutup para nabi tidak ada nabi setelahku.” HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 7418.

Mendahulukan perkataan seorang makhluk selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ } [الحجرات: 1]
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” QS. Al Hujurat:1.
Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah:

النهي عن التقدم بين يدي الله ورسوله
وقال تعالى يا أيها الذين آمنوا لا تقدموا بين يدي الله ورسوله واتقوا الله إن الله سميع عليم أي لا تقولوا حتى يقول ولا تأمروا حتى يأمر ولا تفتوا حتى يفتي ولا تقطعوا أمرا حتى يكون هو الذي يحكم فيه ويمضيه روى علي بن أبي طلحة عن ابن عباس رضي الله عنهما لا تقولوا خلاف الكتاب والسنة وروى العوفي عنه قال نهوا أن يتكلوا بين يدي كلامه. والقول الجامع في معنى الآية لا تعجلوا بقول ولا فعل قبل أن يقول رسول الله صلى الله عليه وسلم – أو يفعل
Artinya: “(Pasal) Larangan Mendahului Allah dan Rasul-Nya.
Allah Ta’ala berfirman:
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ } [الحجرات: 1]
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” Maksudnya adalah jangan kalian berkata sebelum ia berkata, jangan kalian memerintah sebelum ia memerintah, jangan kalian berfatwa sebelum ia berfatwa, jangan kalian memutuskan sebuah perkara sampai ia yang menjadi pemutus keputusan di dalamnya dan yang menentukannya, Ali bin Abu Thalhah meriwayatkan dari Abdullan bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma; “Janganlah kalian berkata yang menyelisihi Al Quran As Sunnah, Al ‘Aufy meriwayatkan dari beliau (juga): “Mereka dilarang untuk berbicara mendahului perkataannya.” Dan Perkataan yang menyeluruh dalam makna ayat (ini): Janganlah kalian tergesa-gesa dengan perkataan atau perbuatan sebelum Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengucapkannya atau melakukannya.” Lihat kitab I’lam Al Muwaqqi’in, 1/51.

Dan keyakinan ini akhirnya diamalkan oleh para shahabat radhiyallahu ‘anhum sampai kepada para imam, yaitu tidak berbuat dan berkata yang mendahului perbuatan dan perkataan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan meninggalkan perkataan dan perbuatan siapapun dari makhluk jika sudah jelas perkataan dan perbuatan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Mari perhatikan perkataan-perkataan berikut:
Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata:

تَمَتَّعَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم-. فَقَالَ عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ نَهَى أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ عَنِ الْمُتْعَةِ. فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ مَا يَقُولُ عُرَيَّةُ قَالَ يَقُولُ نَهَى أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ عَنِ الْمُتْعَةِ. فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ أُرَاهُمْ سَيَهْلِكُونَ أَقُولُ قَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- وَيَقُولُ نَهَى أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ.
Artinya: “Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam berhaji dengan cara tamattu’”, lalu berkata ‘Urwah bin Az Zubair: “Abu bakar dan Umar melarang akan haji tamattu’”, Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma bertanya: “Apa yang dikatakan oleh Urayyah?”, dijawab: “Ia mengatakan bahwa Abu bakar dan Umar melarang akan haji tamattu’”, maka Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma menanggapinya: “Aku berpendapat mereka akan celaka, aku sedang mengatakan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, dan ia (malah) mengatakan Abu Bakar dan Umar melarang(nya).” HR. Ahmad
Perhatikan saudaraku muslim…

Jika perkataan dua orang terbaik setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam; Abu Bakar dan Umar saja tidak boleh ditanding dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bagaimana dengan seorang yang kedudukan tidak seperti Abu Bakar dan Umar radhiyallahu ‘anhuma.!!!

Pantaslah dikatakan menghina dan merendahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam seorang yang lebih mendahulukan perkataan kyainya, habibnya, tuan gurunya, ustadznya daripada hadits Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Perhatikan perkataan Imam Nashir As Sunnah (pembela sunnah) Al Imam Asy Syafi’ie rahimahullah berkata:
( أجمعَ الناسُ على أنه مَن استبانَتْ له سنةُ رسولِ اللهِ صلى اللهُ عليه وسلَّم لَمْ يكنْ له أنْ يدَعَها لقولِ أحدٍ )
Artinya: “Para ulama bersepakat bahwa barangsiapa yang telah jelas baginya sebuah sunnah/ajaran/hadits Rasulullah, maka tidak boleh baginya untuk meninggalkannya karena perkataan seorangpun.” Lihat kitab Ar Ruh, 264 dan kitab I’lam Al Muwaqqi’in, 2/282, kedua karya Ibnul Qayyim dan kitab Al Ittiba’, hal. 24, karya Ibnu Abu Al ‘Izz.

Perhatikan juga perkataan Imam Ahlus Sunnah Al Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah:

” عجبت لقوم عرفوا الإسناد وصحته ويذهبون إلى رأي سفيان – أي الثوري – والله تعالى يقول : ((فَلْيَحْذَرِ الَذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ)) أتدري ما الفتنة؟ الفتنة الشرك، لعله إذا ردّ بعض قوله ، أن يقع في قلبه شيء من الزيغ فيهلك .
Artinya: “Aku heran terhadap suatu kaum yang telah mengetahui sanad dan keshahihannya, mereka (malah) pergi kepada pendapatnya Sufyan (Ats Tsaury), padahal Allah Ta’ala telah berfirman:

((فَلْيَحْذَرِ الَذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ))
“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.”, tahukah kamu apa itu fitnah/cobaan?, fitnah/cobaan itu adalah kesyirikan, mungkin jika ia menolak sebagian sabdanya, akan terdapat di dalam hatinya sesuatu dari penyimpangan maka akhirnya ia binasa.” Lihat kitab Al Furu’, 6/375, karya Ibnu Muflih dan kitab Ash Sharim Al Maslul, karya Syaikhul Islam, 2/116-117.

Tidak Mengenal Sejarah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam

Terasa aneh seseorang yang tidak mengenal sejarah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam mengaku membela Rasulullah shallallahu ‘alaihi, bukankah pembelaan adalah buah hasil mencintai dan bukti seseorang mencintai adalah selalu mengingatnya, dan mengingatnya tidak akan sempurna kecuali dengan mengenal sejarahnya. Oleh sebab itulah para ulama mengatakan:
إِنَّ مَنْ أَحَبَّ شَيْئًا أَكْثَرَ مِنْ ذِكْرِهِ
Artinya: “Sesungguhnya Barangsiapa yang mencintai sesuatu, maka ia akan banyak mengingatnya.”
Mungkin ada dari sebagian orang yang mengaku membela Rasulullah lebih mengenal sejarah orang lain dibandingkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bahkan lebih ironi lagi orang lain itu adalah orang kafir!!
Padahal umur Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hanya 63 tahun, yang mana sejarah beliau dengan mudah dibaca apalagi buku-buku sejarah di zaman sekarang sudah diterjemahkan dan diteliti riwayat-riwayatnya!

Melakukan bid’ah di dalam beragama

Melakukan perbuatan bid’ah dilarang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan amalan pelaku bid’ah tidak akan diterima berdasarkan penegasan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
” مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا، فَهُوَ رَدٌّ “
Artinya: “Barangsiapa yang mengamalkan sebuah amalan yang tidak ada contohnya dari kami, maka amalannya tertolak.” HR. Muslim

Dan hal ini termasuk meyakini adanya bid’ah hasanah, karena siapa yang melakukan atau mengaku adanya bid’ah di dalam Islam maka secara tidak langsung ia telah menuduh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak amanah, berkhianat terhadap Allah akan beban risalah yang telah diwahyukan oleh Allah Ta’ala kepada beliau agar disampaikan kepada umatnya. Mari perhatikan perkataan Imam Darul hijrah Al Imam Malik rahimahullah:

من ابتدع في الإسلام بدعة يراها حسنة ، فقد زعم أن محمدا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم خان الرسالة ، لأن الله يقول : { الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ } فما لم يكن يومئذ دينا ، فلا يكون اليوم دينا
Artinya: “Barangsiapa yang berbuat bid’ah di dalam agama islam yang ia anggap sebagai bid’ah hasanah, maka sungguh ia telah menuduh bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengkhianati risalah, karena Allah Ta’ala berfirman: “Hari telah Ku sempurnakan bagi kalian agama kalian.” Jadi, apa saja yang pada hari ini bukan sebagai agama, maka tidaklah hari ini dia menjadi agama.” Lihat kitab Al ‘Itisham, 1/49.

Tidak bershalawat ketika disebutkan nama Nabi shaallallahu ‘alaihi wasallam di hadapannya

Seorang yang malas bershalawat terutama ketika diucapkan nama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam di hadapannya, maka perlu dipertanyakan pembelaannya terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, karena ia adalah orang yang bakhil!

الْبَخِيلُ مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ
Artinya: “Sesungguhnya orang yang bakhil adalah yang aku disebutkan di hadapannya dan ia tidak bershalawat atasku.” HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Shahih AL Jami’, no. 2878.
Saudaraku muslim…

Masih banyak tanda seorang yang melecehkan, menghina dan merendahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, semoga yang sedikit ini bermanfaat. wallahu a’lam.

Ahmad Zainuddin Ahad, 7 Dzul Qa’dah 1433H Dammam, KSA
Artikel: DakwahSunnah.com 
0
Situs maupun Blog Penghujat islam maupun Misionaris kian menjamur,yang tujuan utamanya untuk memurtadkan Muslim dari Agama Islam. Dan hasilnyas ecara otomatis banyak kita jumpai di Dunia Maya ini orang orang yang secara terang terangan bersikap Memusuhi Islam,memerangi­ islam dengan postingan postingan mereka.dan Khusus untuk Misionaris mereka kemudian melanjutkan dengan ‘menjajakan Agama’ mereka kepada Muslim.

Dan dari pengamatan hanya beberapa Situs yang menjadi Sumber dan rujukan mereka para Penghujat Islam.

Ini merupakan Tantangan yang dihadapi Muslim,sekaligu­s bisa menjadi ladang Amal untuk beramal Shaleh.

Menyadari kenyaataan ini penulis, ingin menjadi salah satu Muslim yang melakukan perlawanan terhadap para penghujat tersebut yang memanfaatkan semaksimal mungkin teknologi Informasi di Dunia maya./

Mereka menyerang dengan tulisan tulisan maka Muslim perlu melawan dengan sebanding yaitu melalui tulisan pula. Dan sangat yakin segala macam hujatan,hinaan untuk Penghancuran Islam tersebut justru membangkitkan semangat perlawanan generasi Islam.

Banyak generasi islam yang sebelumnya ‘sempat tertidur’ akan bangkit,semakin­ tekun mempelajari Islam. Untuk memberikan pembelaan keyakinannya.

Dasar keyakinan bukan sekedar Asumsi ataupun Mimpi, tetapi keyakinan tersebut karena sangat meyakini kebenaran Firman Allah Swt ini

يُرِيدُونَ أَن يُطْفِؤُواْ نُورَ اللّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ­ وَيَأْبَى اللّهُ إِلاَّ أَن يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

yuriiduuna an yuthfi-uu nuura allaahi bi-afwaahihim waya/baa allaahu illaa an yutimma nuurahu walaw kariha alkaafiruuna

[9:32] Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan)­ mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.

يُرِيدُونَ لِيُطْفِؤُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ­ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

yuriiduuna liyuthfi-uu nuura allaahi bi-afwaahihim waallaahu mutimmu nuurihi walaw kariha alkaafiruuna

[61:8] Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya".(Islam-Respon)
Islam Berkembang, Anda MUSNAH
Dan janganlah orang-orang yang kafir itu mengira, bahwa mereka akan dapat lolos (dari kekuasaan Allah). Sesungguhnya mereka tidak dapat melemahkan (Allah).(Qs Al-Imran [3] : 59)
Janganlah kamu kira bahwa orang-orang yang kafir itu dapat melemahkan (Allah dari mengazab mereka) di bumi ini, sedang tempat tinggal mereka (di akhirat) adalah neraka. Dan sungguh amat jeleklah tempat kembali itu.(Qs An-Nuur [24] : 57)
0
Sesungguhnya telah dilakukan beberapa penelitian bahwa orang yang mengaku nabi itu adalah orang-orang yang sesat dan tidak memahami Al-Qur'an dengan sepenuhnya. Mereka berpegangan kepada ajaran Kejawen atau masyarakat Jahiliyyah sehingga mereka tersesat dalam memahami ajaran Islam.

Tujuan lain adalah mereka ingin meraih keuntungan secara ekonomi melalui pengaruhnya dan dakwahnya sebagai nabi.
Karena itu, mereka orang-orang yang mengaku nabi jelaslah sesat.
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Kiamat tidak akan terjadi sebelum dibangkitkan para dajjal (pendusta) yang berjumlah sekitar tiga puluh orang. Semuanya mengklaim bahwa dirinya adalah Rasul (utusan) Allah”. (HR: Al-Bukhari dan Muslim).
Berikut Nabi palsu di Indonesia:

1. Ahmad Musaddeq atau H. Abdul Salam.
Dia lahir pada tahun 1942 dan mengaku nabi pada tahun 2006.
Pemimpin Al Qiyadah Al Islamiyah dengan kitab suci Al-Qur'an dengan pemahaman sendiri. Dia mengaku bertobat pada 9 November 2007.

2. Lia Aminuddin.
Pendiri agama Salamullah. Dia telah mengaku mendapatkan wahyu dari Malaikat Jibril dan mengklaim dirinya nabi dan rasul serta Imam Mahdi. Dia divonis hukuman 3 tahun penjara oleh Mahkamah Agung.

3. Ahmad Mukti.
Putra dari Lia Aminuddin yang dianggap sebagai Nabi Isa as.

4. Ashriyanti Samuda.
Yang lagi gencar saat ini, umur 30 tahun dan dia mengklaim dirinya sebagai nabi. 
Kemunculan nabi-nabi palsu di muka bumi ini sesungguhnya merupakan salah satu tanda dari sekian tanda hari kiamat. Di antara mereka, ada yang sekadar mengaku-ngaku. Namun ada pula yang “mendakwahkan” ajarannya sehingga punya banyak pengikut.

Kemunculan para Nabi palsu adalah salah satu tanda akan bangkitnya hari kiamat sekaligus tanda kebenaran kenabian Rasulullah Muhammad bin Abdillah n. Di mana apa yang beliau beritakan akan kemunculan mereka benar sesuai kenyataan yang ada, karena beliau berucap dari wahyu bukan dari hawa nafsu dan kedustaan. Dari Abu Hurairah z dari Nabi n, beliau bersabda:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُبْعَثَ دَجَّالُونَ كَذَّابُونَ قَرِيبًا مِنْ ثَلَاثِينَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ رَسُولُ اللهِ
“Tidaklah hari kiamat bangkit sehingga dibangkitkan para (Dajjal) pendusta, pembohong, mendekati 30 orang. Masing-masing mengaku bahwa dirinya adalah Rasulullah.” (Shahih, Al-Bukhari Kitabul Manaqib, Bab ‘Alamatun Nubuwwah fil Islam, Muslim Kitabul Fitan Wa Asyrathus Sa’ah, Bab La Taqumus Sa’ah Hatta Yamurra Ar-Rajul bi Qabri Ar-Rajul… no. 3413)

Dari Tsauban z, ia berkata Rasulullah n bersabda:

وَلَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَلْحَقَ قَبَائِلُ مِنْ أُمَّتـِي بِالْـمُشْرِكِينَ وَحَتَّى تَعْبُدَ قَبَائِلُ مِنْ أُمَّتِي الْأَوْثَانَ وَإِنَّهُ سَيَكُونُ في أُمَّتِي كَذَّابُونَ ثَلَاثُونَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ نَبِيٌّ وَأَنَا خَاتَمُ النَّبِيِّينَ لَا نَبِيَّ بَعْدِي
“Tidak akan bangkit hari kiamat sehingga beberapa qabilah dari umatku bergabung dengan musyrikin dan sehingga beberapa qabilah dari umatku menyembah berhala-berhala, dan sesungguhnya akan muncul pada umatku para pendusta berjumlah 30 masing-masing mereka mengaku nabi dan akulah penutup para nabi tiada nabi sesudahku.” (Shahih, HR. Abu Dawud Kitabul Malahim Wal Fitan, Bab Dzikrul Fitan wa Dala`iluha no. 4252)

Baca : Kemunculan Nabi Palsu Pertanda Akan datangnya Hari Kiamat
0
Harun Yahya
Pemerintahan Indonesia mewakili sebuah negeri Muslim taat yang menghargai Islam dan memahami serta menerapkan nilai-nilai ajaran mulianya. Sungguh jelas bahwa kepala negara Indonesia dan rakyatnya berbagi nilai-nilai kebaikan yang sama dan memiliki penghargaan istimewa terhadap Islam, dan karenanya merupakan bangsa yang terpuji.

Persengketaan dan perpecahan yang secara khusus ditujukan terhadap masyarakat yang menaati dan menghargai Islam adalah buah dari kekacauan, teror dan rasa permusuhan yang sengaja dibuat oleh pola pikir materialis dan Darwinis agar timbul di dalam masyarakat. Sebagaimana yang terjadi di mana pun di dunia ini, kekuatan berpaham Darwinis, Marxis dan ateis ini mengira bahwa mereka dapat mengadu domba saudara-saudari kita sesama Muslim yang tulus di Indonesia agar saling baku hantam melalui perselisihan dan tipu daya. Mereka berupaya menanamkan kemarahan dan kekerasan di antara kaum Muslim dengan menimbulkan persengketaan yang sengaja dibuat.

Di sebuah negeri yang dihuni oleh orang-orang saleh yang menghormati Islam, segala bentuk pemberontakan yang sengaja dimunculkan melawan negara yang dipicu akibat pengaruh kekuatan-kekuatan ini beserta pola pikir Darwinis, Marxis dan ateis mereka akan melukai kedua belah pihak dan menyebabkan timbulnya peperangan yang tidak perlu. Untuk menghindari dan menghapuskan hasutan kekuatan Darwinis, materialis ini yang tujuannya adalah merusak persatuan dan kesatuan negara serta memecah belah bangsa mereka melalui separatisme, dan mempertahankan agar kedamaian, kesejahteraan dan keamanan meliputi negeri itu, masyarakat wajib dididik untuk memerangi pola pikir Darwinisme, materialisme, Marxisme dan Leninisme, ateisme, Zionisme ateis, Freemasonry dan imperialisme. Pendidikan intelektual dan budaya seperti itu sama sekali tidak bisa diabaikan.

Itulah mengapa sedemikian penting untuk mendorong rakyat Indonesia menyebarkan nilai-nilai ajaran yang baik dan mengembangkan kegiatan-kegiatan bersifat budaya dalam rangka menghapus makar Darwinis dan ateis terhadap negeri-negeri Muslim. Caranya bisa memanfaatkan sarana teknologi dalam rangka menjelaskan kepada masyarakat bahwa pola pikir Darwinis bertumpu pada landasan berpijak yang keliru dan rapuh.

Islam dan Al Qur’an dapat dijelaskan ke lebih banyak orang, beserta seruan agar menjalankan nilai-nilai akhlak baik, melalui penyampaian tulisan dan lisan dan dengan membuat situs-situs internet baru. Melalui cara ini, orang semakin mampu mengokohkan rasa cinta kepada Allah dalam hati mereka dan dengan demikian memperlakukan satu sama lain dengan rasa kasih sayang dan tenggang rasa.

Mereka dapat dididik untuk mencegah malapetaka akibat Darwinisme serta semua persengketaan dan keruntuhan akhlak yang ditimbulkannya. Sekali mereka telah mengenal keindahan nilai-nilai akhlak Islami, mereka akan lebih mencintai satu sama lain. Ketika tabiat kebohongan Darwinisme dan materialisme diungkap dan dijelaskan kepada mereka, maka sirnalah pembenaran akal bagi permusuhan dan perselisihan yang sengaja dimunculkan; kekacauan dan perselisihan akan kehilangan semua maknanya dan mulai tampak sama sekali tidak masuk akal. Persengketaan yang sengaja dibuat pasti mustahil muncul dalam lingkungan seperti itu.

Dunia Islam memerlukan persatuan dan kesatuan, persahabatan, kedamaian dan akhlak mulia yang dikehendaki oleh nilai-nilai ajaran Islam. Dengan mewujudkan hal ini melalui kegiatan intelektual dan budaya, masyarakat Indonesia dapat memimpin gerakan penting ini dan menjadi teladan sangat baik bagi dunia selebihnya.

Lihat Sumbernya
0
Oleh Rosyid Nurul Hakim
Di era penjajahan Prancis, umat Islam dijadikan kepala dan sekertaris daerah bagi wilayah yang dihuni oleh penduduk yang sebagian besar non-Muslim.


Burkina Faso. Negara di Afrika Barat yang terkurung daratan itu mayoritas penduduknya beragama Islam. Menurut data yang dihimpun Pew Research Center  dalam laporan Pemetaan Populasi Muslim di dunia pada 2009, sebanyak 59 persen penduduk negeri yang dulunya dikenal dengan nama Republik Volta Hulu (Upper Volta) itu adalah Muslim.

Jumlah pemeluk Muslim di negara yang berbatasan dengan Mali di sebelah utara; Togo dan Ghana di selatan; Niger di timur, Benin di tenggara; dan Pantai Gading di barat daya itu mencapai 9,29 juta jiwa. Burkina Faso merupakan nama yang diberikan Presiden Thomas Sankara, saat memimpin negeri itu pada 4 Agustus 1984.

Sejak kapan Islam bersemi di ‘’Negara Orang Jujur’’ itu? Adalah emas yang membuka jalan bagi umat Islam untuk masuk ke Burkina Faso, sebuah negara miskin di daerah Afrika Barat. Sebelumnya, dari abad XI sampai  XIX, Burkina Faso didominasi oleh Kerajaan Mossi.

Kerajaan ini sangat ketat dengan agama yang dianut oleh masyarakatnya. Dengan segala cara mereka berupaya untuk membentengi masyarakatnya dari agama asing, termasuk Islam. Celah masuknya Islam ke negara itu baru terbuka pada sekitar abad XV.

Ladang emas Akan yang dibuka untuk publik mampu membetot perhatian pedagang Muslim. Melihat adanya peluang keuntungan, para saudagar Muslim pun membangun tempat tinggal di negara yang sempat menjadi koloni Prancis itu. Daerah-daerah di Afrika Barat memang dipercaya memiliki kandungan emas yang banyak.

Daerah kaya emas itu berada di daerah Greenstone Belts. Sabuk emas itu membentang sepanjang 3 juta kilometer persegi di Afrika Barat. Burkina Faso dipercaya memiliki cadangan sekitar 21 persen dari sabuk tersebut. Selain karena emas, para pedagang juga melihat adanya kesempatan memperjualbelikan kacang kola dan garam.

Para saudagar Muslim itu sebagian besar berasal dari orang-orang berbahasa Soninke dari daerah Timbuktu dan Djenne. Lama kelamaan mereka mengadaptasi dialek suku Malinke yang kemudian membuat mereka disebut orang-orang Dyula. Mereka membangun tempat tinggal di kota Bobo-Dyulasso, Kong, Bunduku, atau kota lain yang dekat dengan ladang emas.

Islam mulai menyebar mulai lewat perkawinan antara para saudagar Muslim dengan penduduk setempat. Seiring waktu, generasi-generasi Muslim baru bermunculan dari hasil perkawinan tersebut. Komunitas Muslim pun semakin meluas. Kelompok Muslim pun tanpa terasa sudah dianggap menjadi bagian dari masyarakat Kerajaan Mossi.

Orang-orang Dyula juga sangat peduli dengan pendidikan Muslim bagi generasi di bawah mereka. Setiap keluarga berkewajiban untuk mengajarkan Islam bagi anak-anaknya. Dalam struktur komunitas Muslim di sana, terdapat sebuah posisi yang disebut Karamoko, mereka adalah para ulama yang mengerti  Alquran, tafsir, hadis, dan  sejarah Nabi Muhammad.

Seorang Karamoko harus belajar giat agar bisa mendapatkan sorban dan ijazah sebagai tanda atau surat izin untuk mengajarkan Islam. Penyebaran Islam yang pesat di Burkina Faso, saat ini sekitar 60 persen penduduknya beragama Islam, juga dibantu oleh cara Prancis memerintah di negara tersebut.

Prancis menjadikan Burkina Faso sebagai daerah kolonialnya pada tahun 1919. Berbeda dengan kebijakan Kerajaan Mossi, pemerintahan kolonial ini justru tidak alergi dengan Islam. Mereka justru membantu penyebarannya Islam secara damai melalui perdagangan. Pihak kolonial menganggap umat Muslim, baik secara kultur maupun pendidikan jauh lebih baik dari sebagian masyarakat Afrika yang belum memeluk agama Islam.

Kepercayaan pemerintahan kolonial itu diwujudkan dengan diberikannya posisi penting bagi Muslim. Pemeluk agama Islam di Burkina Faso dijadikan kepala dan sekertaris daerah bagi wilayah yang dihuni oleh penduduk yang sebagian besar non-Muslim. Sehingga, angka pemeluk agama Islam di negara itu meningkat signifikan.

Pada akhir abad XIX, angka  Muslim hanya sekitar 30 ribu jiwa saja. Pada 1959, karena pengaruh pemerintahan kolonial, jumlahnya menjadi 800 ribu jiwa. Itu artinya, pada masa itu,  sekitar 20 persen penduduk Burkina Faso sudah memeluk Islam.

Hal lain yang mempengaruhi jumlah penduduk Muslim di Burkina Faso, menurut H Chmaza dari Universitas YARSI dalam tulisannya di Majalah Al-Hijrah, adalah adanya konflik horizontal di Pantai Gading pada  2002. Pihak oposisi dalam konflik tersebut, Allasane Dramane Ouattara, dianggap masih memiliki daerah Burkina Faso.

Sehingga para pengikutnya yang mayoritas Muslim mengungsi ke Burkina Faso dan menetap di negara itu. Menurut Chmaza, beberapa tokoh Muslim memiliki peran penting dalam perkembangan negara Burkina Faso. Seperti Menteri Luar Negeri, Yousouf Ouedraogo, Pengusaha terkenal EI-Hajj Oumarou Kanazae, Souleymane Kore, Mamadou Sawaidogu dan Al-Haji Sakande.

Meskipun saat ini Burkina Faso menjadi negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam, konstitusinya masih memberikan kebebasan beragama bagi warga negaranya. Pemerintah sama sekali tidak mentoleransi kekerasan terhadap agama lain.

Burkina Faso juga tidak menjadi negara berdasarkan agama. Berdasarkan laporan pemerintah Amerika Serikat tahun 2005, baik Islam, Kristen ataupun agama tradisional di Burkina Faso bisa dengan bebas melakukan ibadah atau kegiatan keagamaan mereka yang lain tanpa ada campur tangan dari pemerintah.

Hukum negara itu juga memberikan kebebasan bagi setiap agama untuk mengekspresikan diri mereka. Berbagai macam publikasi, siaran radio atau televisi bernuansa agama diperbolehkan asal tidak menghina atau memicu konflik.
0
Kebesaran Allah
Pengantar Admin :

Saya punya buku yang berjudul “JASAD PARA SYUHADA TAK MEMBUSUK” karya Dr. Abdul Hamid Al-Qudhah, penerbit Zam-Zam. Buku ini menceritakan banyak kisah yang diceritakan saksi mata dari masa-kemasa tentang Jasad Para syuhada yang sama sekali tidak membusuk. Buku ini juga menjelaskan secara ilmiah tentang bagaimana mikroba-mikroba anaerob yang sama sekali tidak “sudi” untuk menggerogoti sel-sel jenazah Para nabi, mayat para syuhada juga para hafidz Qur’an. Tidak akan ada kaum rasionalis dan skeptis yang akan mempercayai fenomena ini namun kita sebagai umat Islam harus percaya dan mengimaninya sebab sudah diceritakan Rasulullah dalam haditsnya……..


Penjelasan awal

Ilmu Kedokteran telah mampu mendeteksi prose-proses pembusukan mayat (degradasi organisme) di dalam kubur, sejak ruh menginggalkan tubuh hingga tubuh berubah menjadi gas, cairan dan ammonia. Firman-Nya”…….. sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah) kamu akan kembali kepada-Nya” ( Al-A’raf :29). Mikroba bekerja bersama pihak lain dalam menyelesaikan tugas ini, khususnya mikroba-mikroba anaerob yang hidup didalam usus manusia, enzim-enzim yang terlepas dari sel-sel setelah tubuh menginggal dan larva-larva tanah yang berkembang biak dengan sangat cepat. Mereka semua menggerogoti sel-sel mayat dengan sangat lahap. Namun Fenomena ini tidak berlaku pada jasad Nabi, Syuhada juga jasad   orang hafidz Qur’an . Tubuh mereka masih tetap utuh dan kebal terhadap bakter-bakteri pembusuk tersebut. Meski telah terkubur berpuluh-puluh tahun lamanya. Seakan-akan mereka masih hidup berada di tengah-tengah kita. Benarlah apa yang disampaikan oleh Allah Ta’ala,” Janganlah kamu  mengira orang-orang yang gugur dijalan Allah itu mati;bahkan mereka itu hidup disisi Rabbnya dengan mendapat rezeki.(Ali Imran;169). Sejarah telah menjadi saksi akan keutuhan jazad mereka dan tetap akan bertutur kepada manusia mengenai kondisi mereka.


Jasad utuh pada zaman Rasulullah :

Jabir bin Abdillah bercerita : “menjelang perang Uhud ayahku memanggilku pada malam hari. Ia berkata,’Aku merasa akan menjadi orang pertama yang gugur diantara sahabat rasulullah. Sungguh aku tidak meninggalkan seorangpun yang lebih aku sayangi disbanding kamu disamping diri Rasululullah. Sesungguhnya aku memiliki hutang maka lunasilah. Dan, bersikaplah yang baik kepada sudara-saudara perempuanmu. Keesokan harinya iapun menjadi orang yang pertama gugur. Ia dimakamkan bersama yang lain dalam satu kubur. Tetapi hatiku merasa kurang nyaman membiarkan ayahku berbagi kubur dengan orang lain. Karenanya selang eman bulan kemudian, aku membongkar makamnya dan mengeluarkannya. Ajaib, jazadnya masih utuh seperti ketika aku mnguburkannya ( Diriwayatkan oleh Bukhari)

Jasad utuh para suyuhada mujahidin mesir 

Diantara fakta dan karamah yang menakjubkan ini adalah seperti yang diceritakan oleh Dr. Mahmud An-Najjar dosen ilmu arkeologi dengan spesialisasi tulang manusia di Universitas Yarmuk Yordan. Saya berkesempatan mendengar langsung penuturannya tentang apa yang disaksikan dengan kedua matanya terkait  jasad para syuhada pasukan Mesir yang berjihad di palestina melawan pasukan Yahudi tahun 1948 M. mengungkapkan bahwa pada tahun 1956, beliau turut hadir bersama saudara kandungnya dalam acara penghormatan untuk para syuhada tentara Mesir. Dalam acara yang memperlihatkan kurang lebih 45 jasad syahid lengkap dengan seragam mereka, beliau menyaksikan langsung kondisi tubuh mereka masih utuh  seperti sedia kala walaupun kematian mereka terjadi 8 tahun silam.


Jasad Utuh Kyai Abdullah rahimahullah di Indonesia

http://www.detiknews.com/read/2009/08…
Jakarta – Tiga bak berisi air dan potongan kayu ukuran 70 cm x 30 cm telah disiapkan anak-anak almarhum KH. Abdullah. Saat itu, Minggu 2 Agustus 2009, makam Kiai Abdullah akan
dipindahkan lantaran di lokasi itu terkena proyek pelebaran Jalan Benda, Batu Ceper,
Tangerang, yang mengarah ke Bandara Soekarno Hatta, Jakarta.

Air yang ada di dalam bak itu rencananya akan digunakan untuk mencuci tulang belulang sebelum dipindahkan ke lokasi pemakaman yang baru. Sementara potongan kayu sengon sebanyak 9 potong diperuntukkan sebagai dinding pembatas jenazah di dalam liang lahat.

“Saya sudah beberapa kali melihat proses pemindahan kuburan di Karet Bivak, Jakarta
Pusat. Persiapannya memang seperti itu,” kata Achmad Fathi, anak ketiga Kiai Abdullah.
Namun semua perlengkapan itu akhirnya tidak terpakai. Soalnya, ketika makam yang berusia 26 tahun digali, pemandangan aneh terjadi. Jasad Kiai Abdullah ternyata masih utuh. Begitu juga dengan kain kafan dan kayu penutup jenazah. Tidak ada tanda-tanda bekas gigitan rayap atau binatang tanah di kafan maupun di kayu kamper tersebut.

Sementara Mukhtar Ali, anak sulung Kiai Abdullah, yang mengangkat jenazah ayahnya dari liang lahat mengaku sempat kaget. Soalnya kondisi jenazah hampir sama seperti saat dikuburkan, 22 Oktober 1983 silam. “Kondisi jenazah persis sama seperti saat dikubur dulu.

Hanya tubuhnya agak menyusut saja, dan rambutnya memutih” jelas Mukhtar.
Mukhtar dan keluarganya semakin kaget, jenazah juga beraroma harum yang menyerbak. Wanginya, kata Mukhtar, tidak seperti parfum-parfum yang ada di toko-toko minyak wangi. Teriakan takbir pun langsung terdengar dari orang-orang yang menyaksikan kejadian tersebut.

Yang juga dirasa aneh oleh keluarga, ribuan warga tiba-tiba berdatangan mengikuti prosesi pemindahan jenazah. Padahal keluarga tidak memberi pemberitahuan kepada warga maupun murid-murid Kiai Abdullah. Mereka tiba-tiba saja datang.

“Awalnya pemindahan jenazah itu hanya dilakukan keluarga. Paling hanya 20 orang. Tapi nggak tahu kenapa tiba-tiba saat jenazah digali orang-orang sudah banyak berkumpul,” ujar Mukhtar.
Saking banyaknya orang yang datang, imbuh Mukhtar, mobil dan motor pelayat yang terparkir di sisi jalan Benda, panjangnya mencapai 5 kilometer sehingga membuat kemacetan yang luar biasa di jalan tersebut.
Beberapa warga yang ditemui detikcom menuturkan, sebelum proses pemindahan jenazah, sebenarnya tanda-tanda keanehan sudah muncul terkait rencana pemindahan makam tersebut. Sebab saat alat berat
ingin menghancurkan musala dan bangunan makam, tidak bisa berfungsi. Beberapa kali alat pengeruk dari mobil beko patah ujung kukunya.

Karena kejadian itu, pihak kontraktor pelebaran jalan menunda pembongkaran yang rencananya akan dilakukan pada Januari 2009 itu. Pembongkaran baru bisa dilanjutkan awal Agustus setelah ada kesepakatan dengan keluarga. Salah satunya soal cara pembongkaran musala dan makam itu, yakni dengan hanya menggunakan palu dan linggis. Bukan pakai alat berat.

Keluarga Kiai Abdullah sebenarnya menyayangkan kalau musala itu dibongkar. Sebab musala yang telah ada sejak puluhan tahun lalu itu sangat dibutuhkan warga setempat untuk beribadah.

Musala yang berdiri di atas tanah wakaf itu sejak dibangun Kiai Abdullah tahun 1950-an sudah mengalami beberapa pemugaran dan pelebaran. Hingga menjadi semakin luas dan bangunannya menjadi permanen.
Namun pada 2007, Pemkot Tangerang ternyata punya rencana melakukan pelebaran jalan Benda, Juru Mudi, Batu Ceper, yang berada di sepanjang Sungai Cianjane. Musala dan makam itu kebetulan berada di lokasi yang akan dijadikan akses jalan sehingga terpaksa harus digusur.

Tanah yang akan digusur dihargai Rp 500 ribu per meter. Harga itu belum termasuk bangunan yang akan dibongkar. Tapi keluarga Kiai Abdullah menolak pemberian uang pengganti. Pasalnya , tanah tempat musala dan makam itu merupakan tanah wakaf yang tidak boleh diperjualbelikan.

Pihak keluarga hanya meminta Pemkot membangun kembali musala di sekitar wilayah Juru
Mudi, supaya warga setempat mudah kalau ingin beribadah. “Sepeser pun kami tidak menerima uang penggantian. Biaya pemindahan jenazah saja kami tanggung sendiri, sekalipun Pemkot sudah menawarkan” jelas Mukhtar, anak sulung Kiai Abdullah.

Kini jenazah Kiai Abdullah dimakamkan di depan pekarangan rumah Achmad Fathi, yang berjarak hanya 15 meter dari lokasi pemakaman sebelumnya. Di areal pemakaman baru itu terdapat tiga makam, yakni makam KH Abudullah bin Mukmin, makam istri keduanya Maswani, serta makam putra keduanya yang bernama M Syurur.

Rencananya, areal makam itu akan diperluas lantaran setiap hari banyak orang yang datang untuk berziarah, terutama setelah tersiar kabar jasad Kiai Abdullah masih utuh meski dikubur selama 26 tahun. Bahkan untuk memudahkan para peziarah, keluarga bermaksud membangun musala di samping areal makam

Lihat Video : http://youtu.be/vJ5Vt8zXjrc

para dokter berusaha mengilmiahkan fenomena ini dengan mengatakan mayat bisa utuh karena tanah yang banyak mengandung kapur, namun tetaplah tidak akan masuk dilogika karena kondisi tubuh Kyai masih tetap tidak ada perubahan seperti tubuh manusia hidup tanpa ada kerusakan sedikitpun (TIDAK BERKERUT, TIDAK ADA BAGIAN TUBUH YANG HANCUR/HILANG) bahkan kain kafannya tidak rusak dimakan tanah.

Lihat Video : http://youtu.be/9PB_6VnJCiE

Kesimpulan Admin:

Wahai saudaraku para pengunjung blog ini, mari kita raih ridho Allah dengan menjadi bagian dari mereka yang mendapatkan karomah jasad yang tidak hancur dimakan oleh “zaman”.  Mari kita menjadi mu’adzin al-muhtasibin , sebagaimana diriwayatkan Abdullah bin Umar: rasulullah bersabda,” Mu’adzin al-muhtasibin (yang mengharap pahala disisi Allah) seperti seorang syahid yang berlumuran darah. Apabila dia mati jasadnya tidak dimakan belatung didalam kuburnya” ( Diriwayatkan oleh Mundziri dalam At-targhib wat Tarhib,I:181.no.24)

Sumber : Metafisis 
0
Siapa yang tidak tahu atau tidak hafal dengan ayat kursi, silahkan dipelajari karena begitu besar manfaat dan khasiatnya dalam melindungi diri sendiri, keluarga maupun rumah dari tipu daya setan yang terkutuk.

Ayat kursi memiliki banyak fadilah atau keutamaan. Salah satunya adalah bisa untuk menaklukkan makhluk halus.

Hal ini seperti yang dilakukan oleh Saudagar kaya raya bernama Ka'ab yang membunuh Jin Ifrit dengan bacaan Ayat Kursi.

Pada Suatu hari, seorang pedagang bernama Ka'ab melakukan perjalanan ke negeri Basrah.
Ia membawa barang dagangannya untuk dijual. Setelah Ka'ab sampai di Basrah, dia mencari tempat penginapan, akan tetapi semua penginapan pada hari itu ternyata tidak ada yang kosong.
Semua telah dipesan oleh pedagang yang lebih dahulu datang sebelum Ka'ab.

Karena kehabisan penginapan, Ka'ab berinisiatif mencari tempat istirahat. Ia kemudian menemukan sebuah rumah kosong yang pada dindingnya terdapat banyak sarang laba-laba. Ka'ab akhirnya berhasil menemui pemiliknya. Ia bermaksud menyewa rumah itu selama kurang lebih satu minggu.
"Rumah ini aneh sekali, selalu menjadi pembicaraan masyarakat disini," kata si pemilik rumah.
"Apa yang terjadi pada rumahmu in?" tanya Ka'ab.
"Kata beberapa orang, rumah ini didiami oleh Jin Ifrit. Sudah banyak orang yang mencoba menempatinya, namun akhirnya mereka semua binasa," jelas si pemilik rumah.

Rumah Kosong Lama Tak Berpenghuni.
Merasa terpaksa karena tidak menemukan penginapan, akhirnya Ka'ab bersedia menempati rumah kosong itu.
"Meskipun orang lain berkata demikian, saya sanggup tinggal disini asalkan Tuan mengizinkan saya," pinta Ka'ab.
"Baiklah, saya tidak keberatan dan saya tidak akan meminta bayaran sedikitpun," jawab si pemilik rumah.

Ka'ab akhirnya tinggal di rumah kosong yang angker itu. Pada malam itu, tidak ada hal ganjil yang dialaminya. Keesokan harinya Ka'ab berkeliling untuk menjual barang dagangannya, dan ketika matahari hampir terbenam, ia kembali pulang.
Malam itu Ka'ab mengalami beberapa keanehan. Matanya sulit sekali untuk dipejamkan.

Kemudian dalam kondisi yang sepi, tiba-tiba ia dikejutkan dengan sosok bayangan hitam yang memiliki dua mata menyala-nyala seperti bara api yang mendekatinya. Maka secara spontan, Ka'ab terjaga dan membaca ayat Kursi.
Akan tetapi bayang-bayang itu tidak menghilang, malah sosok hitam itu turut mengikuti apa yang dibaca oleh Ka'ab, hingga hampir sampai pada akhir ayat Kursi.

Jin Ifrit Tewas oleh Ayat Kursi.
Akan tetapi setelah Ka'ab membaca akhir ayat Kursi Walaa Yauduhu khifzuma wa huwal aliiyul 'adzim, bayang-bayang hitam itu lenyap dan suaranya sudah tidak terdengar lagi.
Ka'ab heran dan ia terus mengulangi bacaannya hingga ayat Kursi yang terakhir untuk memastikan bayang-bayang hitam itu benar-benar hilang. Lenyapnya Jin Ifrit itu disertai bau seperti barang yang terbakar.

Keesokan paginya, Ka'ab mendapati di salah satu sudut rumah itu terdapat bekas-bekas abu seperti ada sesuatu yang telah terbakar. Di saat itu, Ka'ab mendengar suara gaib,
"Hai Ka'ab, engkau telah membakar Jin Ifrit yang kuat."
"Dengan apa aku membakarnya?" tanya Ka'ab.
"Dengan firman Allah, alaa Yauduhu khifzuma wa huwal aliiyul 'adzim,"jawab suara gaib itu.

Demikian kisah Tewasnya Jin Ifrit oleh Ayat Kursi.
Seperti diketahui, Ayat Kursi diwahyukan kepada Rasulullah SAW diiringi oleh ribuan malaikat karena kebesaran dan kesucian ayat tersebut. Karena itu, Jin Ifrit yang kuat pun tidak mampu menahan kehebatan Ayat Kursi.
0
Apabila anda sedang mengalami stress, atau tensi anda naik, atau pusing yang berkepanjangan, atau mengalami depresi & Grogi. Jika anda takut terkena tumor, maka sujud adalah solusinya.... Dengan sujud akan terlepas segala penyakit nervous dan penyakit kejiwaan lainnya. Inilah salah satu hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr. Muhammad Dhiyaa'uddin Hamid, dosen jurusan biologi dan ketua departemen radiasi makanan di lembaga penelitian teknologi radiasi.

Sudah lumrah bahwasannya manusia apabila mengalami kelebihan dosis dalam radiasi, dan hidup di lingkungan tegangan listrik atau medan magnet, maka hal itu akan berdampak kepada badannya, akan bertambah kandungan elektrik di dalam tubuhnya. Oleh karena itu, Dr. Dhiyaa' mengatakan bahwa sesungguhnya sujud bisa menghilangkan zat-zat atau pun hal-hal yang menyebabkan sakit.

Pembahasan Seputar Organ Tubuh
Dia adalah salah satu organ tubuh... dan dia membantu manusia dalam merasakan lingkungan sekitar, dan berinteraksi dengan dirinya, dan itulah tambahan dalam daerah listrik dan medan magnet yang dihasilkan oleh tubuh menyebabkan gangguan dan merusak fungsi organ tubuh sehingga akhirnya mengalami penyakit modern yang disebut dengan "perasaan sumpeg", kejang-kejang otot, radang tenggorokan, mudah capek/lelah, stress ... sampai sering lupa, migrant dan masalah menjadi semakin parah apabila tanpa ada usaha untuk menghindari penyebab semua ini, yaitu menjauhkan tubuh kita dari segala peralatan dan tempat-tempat yang demikian.

Solusinya ???
Harus dengan mengikuti sesuatu yang diridhai untuk mengeliminir hal itu semua, ... yaitu dengan bersujud kepada Satu-satunya Dzat yang Maha Esa sebagaimana kita sudah diperintah untuk hal itu, dimana sujud itu dimulai dengan menempelkan dahi ke bumi (lantai). Maka di dalam sujud akan mengalir ion-ion positif yang ada di dalam tubuh ke bumi (sebagai tempat ion-ion negatif). dan seterusnya sempurnalah aktivitas penetralisiran dampak listrik dan magnet. Lebih khusus lagi ketika sujud dengan menggunakan 7 anggota badan (dahi, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua kaki) maka dalam posisi ini sangat memudahkan bagi kita menetralisir dampak listrik dan magnet.

Diketahui selama penelitian, agar semakin sempurna proses penetralisiran dampak itu semua, maka sujud harus menghadap ke Makkah (Masjid Ka'bah), yaitu aktivitas yang kita lakukan di dalam shalat (qiblat). Sebab Makkah adalah pusat bumi di alam semesta. Dan penelitian semakin jelas bahwa menghadap ke Makkah ketika sujud adalah tempat yang paling utama untuk menetralisir manusia dari hal-hal yang mengganggu fikirannya dan membuat rileks.
0

Ma Yize

Oleh Desy Susilawati/ Heri Ruslan

Ketika Dinasti Song berkuasa pada  abad ke-10 M, ternyata peradaban Islam telah turut berjasa dalam mengembangkan sains dan teknologi di Tiongkok. Selama ini, sejarah kerap menyebutkan ilmu pengetahuan dari dunia Islam  berkembang di Cina pada masa kekuasaan Dinati Yuan ((1206-1279).

Ternyata, sains Islam terutama astronomi telah mempengaruhi peradaban Cina  sejak zaman Dinasti Song.

Hal itu sangat beralasan. Apalagi, di masa itu dunia Islam – di Timur Tengah -- sedang mencapai masa keemasannya.   Isa Ziling Ma dalam tulisannya bertajuk ''Islamic Astronomy in China: Spread and Development" menuturkan, astronomi Islam menyebar ke Cina pada era Dinasti Song (960-1127). Sayangnya, papar Isa, bukti resmi yang mencatat peristiwa penyebaran sains Islam di Cina pada zaman itu nyaris tak ada.

''Sejarah secara detail baru mencatat penyebaran astronomi Islam ke Cina pada era Dinasti Yuan,'' ungkap Isa.  Penyebaran astronomi Islam  di Tiongkok  ternyata memang telah berlangsung pada era kekuasaan Dinasti Song. Fakta itu terkuak setelah seorang ilmuwan Taiwan bernama Pof Luo Xianglin pada tahun 1968 menemukan sebuah buku berjudul ''The Huai Ning  Ma Family Tree”  di Perpustakaan Studi Asia Timur, Columbia University, AS.

Prof Luo  menemukan fakta bahwa astronomi Islam memang telah berkembang di Cina pada masa Dinasti Song. Penyebar astronomi Islam di Cina, menurut Prof Luo, adalah Ma Yize. Buku "The Huai Ning Ma Family Tree" itu menjelaskan silsilah klan Ma Yize. Menurut buku itu,  Ma Yize adalah astronom terkemuka di Cina. Ia terlahir di Rumi pada bulan  Rabiul Awal tahun 308 H.

Ia datang ke Cina pada usia 40 tahun. Pada zaman itu,  penguasa Dinasti Song sangat tertarik pada sains.  Kaisar Taizu (berkuasa 950-976) begitu mengagumi studi astronomi yang telah berkembang sangat pesat di dunia Islam. Sang Kaisar pun berupaya keras untuk mengembangkan  ilmu yang menguak rahasia langit itu. 

Pada tahun 961 M, Kaisar Taizu kemudian menunjuk seorang ilmuwan bernama Ma Yize untuk mengembangkan astronomi di Cina. Ma Yize adalah  astronom dan astrolog Muslim yang sangat termasyhur di zaman itu.  Berdasarkan versi lain,  Ma Yize a merupakan ilmuwan  berdarah Arab. Konon, nenek moyangnya berasal dari  Semenajung Arab  yakni wilayah perbatasan antara Yaman dengan Oman.

Karier pertamanya di bidang astronomi  dimulai dengan membantu Wang Chuna mengumpulkan beberapa karya astrologi, termasuk Yingtianli -- sebuah kalender. Ia mengembangkan astronomi dan mengamati alam semesta dengan metode Islam. Berbagai temuan Ma Yize dalam astronomi dan astrologi kemudian dikumpulkan Wang Chuna dalam Yingtianli.

Pembuatan karya besar yang dilakukan dua astronom kenamaan Dinasti Song itu tuntas pada tahun 963 M. Pengaruh astronomi Islam begitu banyak diserap dalam Yingtianli. Penghitungan, seminggu tujuh hari yang dipakai kalender Cina itu menggunakan sistem kalender Islam. 

Kehebatan Ma Yize dalam bidang astronomi membuat Kaisar Taizu mendapuknya sebagai pejabat kepala observatorium astronomi Dinasti Song.  Popularitas Ma Yize di masa kekuasaan Dinasti Song pun kian moncer.

Tak ada astronom di Cina yang mampu menandingi ketenarannya, saat itu.  Berkat prestasinya yang gemilang memimpin observatorium astronomi, Ma Yize pun kemudian dianugerahi gelar bangsawan.

Salah satu jasa Ma Yize bagi astronomi  di negeri Tiongkok adalah memperkenalkan matematika astronomi Islam.  Sang astronom Muslim pun menyebarkan pemikiran astronom Muslim dari peradaban Islam di Timur Tengah .Sederet kitab astronomi Islam diterjemahkannya ke dalam bahasa Cina. Kitab-kitab yang mempengaruhi dunia astronomi Cina itu antara lain; Kitab al-Zij karya Abu Abdullah Al-Battani; Kitab al-Zij al-sabi; Kitab Matali' al-Buruj; serta Kitab Aqdar al- Ittisalat.

Kitab astronomi yang dialihbahasakan  Ma Yize itu merupakan hasil karya astronom Muslim seperti Muhammad Al-Fazari, Al-Battani, Al-Biruni, As-Shufi (Azhopi), A- Khawarizmi, Al Farghani, dan lain-lain. "Kemungkinan Ma telah dipengaruhi oleh Al-Battani dan al-Hamdani,"  Prof Fung Kam Wing seorang guru besar pada  University of Hong Kong. Faktanya, Ma Yize memang banyak menerjemahkan karya astronomi kedua ilmuwan Muslim tersebut.

Jasanya bagi pengembangan astronomi modern di Cina sungguh tak ternilai. Boleh dibilang, Ma Yize adalah salah seorang pelopor sekaligus peletak pondasi  ilmu astronomi modern  di Cina.  Berkat kontribusinya yang tak ternilai dalam mengembangkan astronomi dan astrologi, para penguasa Cina pun menempatkan keturunan Ma Yize sebagai kaum bangsawan.

Setelah wafat pada tahun 1005 M, jejak  Ma Yize dalam mengembangkan astronomi di Cina dilanjutkan anak dan cucunya. Menurut  catatan Huai Ning Ma Family Tree,  Ma Yize memiliki tiga anak. Yang tertua bernama  Ma Er atau Mail berasal dari singkatan Ismail. Setelah usia Ma Yize semakin sepuh, Ma ER kemudian menggantikan posisi ayahnya  sebagai    ketua pengelola observatorium.

Menurut Isa, putera keduanya bernama Ma Huai dan yang bungsu bernama Ma Yi. Mereka juga turut mengembangkan ilmu astronomi di Cina. Selain  menjadi penguasa dan pejabat di observarotium, mereka juga diposisikan sebagai kaum bangsawan.Inilah salah satu bukti bahwa umat Islam telah turut berjasa besar dalam membangun peradaban Cina.

Di era kekuasaan Dinasti Song, ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat pesat. Para penguasa dinasti itu meniru para Khalifah di dunia Islam yang mendukung berkembangnya pengetahuan dan teknologi. Selain memiliki astronom terkemuka Ma Yize, Dinasti Song pun punya seorang insinyur yang sangat kondang bernama Su Song.

Pada masa kekuasaan Dinasti Song, peradaban Cina telah mengembangkan senjata dan bubuk mesiu. Selain itu,  di masa  kejayaan Dinasti Song, peradaban Islam pun turun mengembangkan ilmu pengetahuan lainnya seperti teknik sipil, nautika dan metalurgi. Pengaruh peradaban Islam dalam sains di Cina lebih pesat berkembang pada era kekuasaan Dinasti Yuan. 

Peran dan jasa Ma Yize bagi pengembangan astronomi di Cina memang kurang terdengar gaungnya. Meski begitu, peradaban Cina telah berutang pada Ma Yize atas perannya mengembangkan astronomi modern di negeri yang kini berpenduduk lebih dari satu miliar jiwa itu.[ROL]
0
Jenazah santri+ustadz Pesantren Wali Songo +-300 orang korban pembantain SALIBIS Poso
Hari itu..para santri dan asatidz di ikat tangannya, dikumpulkan, lalu diantri digorok lehernya satu-persatu seperti seekor kambing oleh salibis laknatullah dihadapan teman-temannya...seketika air sungai Poso berwarna merah darah...digenangi darah para syuhada......

=======KISAH USTADZ PESANTREN WALI SONGO YANG SELAMAT DARI PEMBANTAIAN=======

Kisah Pengasuh Ponpes Wali Songo Poso Yang Selamat Diikat dan Disiksa, Lolos Lewat Sungai

Kasus pertikaian di Poso tidak hanya membawa korban dan kerugian materil, tapi juga menjadi beban masyarakat lain yang tidak berdosa. Berikut cerita yang disajikan dalam gaya bertutur dari dua pengasuh Pondok Pesantren Wali Songo, Ilham (23) yang selamat dari penyanderaan, setelah Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Songo dibumihanguskan.

PADA saat itu hari Kamis (1/6) kami masih berada di hutan bersama adik-adik (santri, red) yang lain. Setelah ditangkap, mereka memisahkan kami. Perempuan jalan terus, sedangkan kami disuruh tetap tinggal di hutan.

Setelah adik-adik santri dan ibu-ibu pergi, kami semua disuruh buka baju. Tangan kami diikat satu per satu. Jumlah kami saat itu ada 28 orang, menurut hitungan mereka (penyandera, red). Terdiri dari enam orang dari pesantren dan penduduk biasa.

Setelah diikat dengan tali nilon, kabel atau sabut kelapa, kami digandeng tiap lima orang. Saya sendiri diikat tiga ikatan. Kami digiring jalan melewati hutan, tembus di suatu desa Lembomao. Di sana kami berhenti sebentar. Mereka kayaknya memanggil pemimpinnya. Saat itu juga pemimpinnya keluar dan memerintahkan anggotanya untuk membawa.

Kami digiring lagi berjalan melewati jembatan gantung tembus di desa Ranononcu, terus dibawa ke Baruga. Di sana kami disiksa dalam keadaan berdiri, berbanjar membuat dua barisan. Setelah itu tangan kami ditambah ikatannya. Saya sendiri diikat dengan tali sabut kelapa kemudian ditambah dengan tali nilon warna biru, kemudian diikat dengan kabel.

Setelah itu kami disiksa dengan begitu sadis. Badan kami diiris-iris, ditendang, dipukul, pokoknya sudah segala macam penyiksaan, ada yang dipukul dengan gagang pedang, ada yang dengan popor senjata. Saya sudah tidak tahu lagi dengan alat apa semua yang mereka gunakan memukul kami.

Setelah disiksa mereka mengeluarkan pertanyaan kepada kami. pertanyaan pertama. Siapa yang tahu mengaji? Pertanyaan kedua siapa guru mengaji? Dan yang ketiga, siapa yang pernah naik mimbar, dan pertanyaan keempat, siapa yang imam. Pada saat itu, kami tidak ada yang mengaku.

Setelah disiksa, badan-badan kami diiris dan setelah ditaruh tanah, disiram air panas. Sekitar kurang lebih dua jam kami disiksa di tempat itu, kami dinaikkan ke mobil. Mereka tujukan ke arah atas. Menurut pengamatan kami saat itu ke arah Desa Togolu. Sampai di situ mereka giring ke pinggir kuala Poso.

Sampai di pinggiran kuala kami disuruh turun. Saya sendiri loncat dari mobil tersebut. Saya melihat teman saya sudah dibacok satu orang. Dan saat itu, saya langsung mengambil keputusan, berlari menuju kuala tersebut yang jaraknya kurang lebih 10 meter.

Sebelum kami turun dari mobil, mereka sudah berdiri untuk menjaga kami di pinggir kuala tersebut. Yang anehnya bagi saya. Mungkin sudah gerakan Allah, pada saat saya lari di antara mereka tidak ada yang bergerak.

Sekitar satu meter lagi dari pinggiran kuala, saya sudah terjun. Dan tiba-tiba ikatan yang mengikat tangan saya terlepas. Setelah saya terjun ke kuala baru mereka mengambil gerakan. Ada yang menembak, tapi alhamdulillah -saya berenang, muncul lagi untuk mengambil nafas sedikit, mereka menembak lagi. Menyelam lagi saya, sampai waktunya sekitar satu menit, baru saya sampai ke seberang kuala, dalam kondisi badan saya yang sudah teriris-iris.

Setelah saya sampai, saya langsung naik ke daratan. Lari ke hutan. Saya perkirakan dan melihat mereka tidak kelihatan lagi, saya balik ke kuala . Saya masuk melebur kembali mencari tempat yang aman – mendapatkan pinggir kuala, ada rumput yang menutup. Saya masuk di semak-semak rumput tersebut. Badan saya setengah dalam air, setengah di atas.

Dan saat itu mereka mengadakan pencarian pada saya. Mereka lewat, saya lihat mereka. Tetapi mereka tidak melihat saya. Pada saat itu waktunya, saya perkirakan jam 04.00 sore. Sekitar dua jam saya merendam di kuala, untuk menunggu waktu malam.

Setelah malam, saya naik ke darat untuk mengambil alat renang. Saya cabut pohon pisang. Setelah saya cabut, saya langsung buang ke kuala, saya gunakan untuk membantu berenang.

Baru sekitar 10 meter saya berenang, mereka sudah hadang di depan dengan senternya yang begitu terang. Saya melihat senter mereka itu seperti senter mobil. Jadi tidak mungkin pakai baterei, mungkin sudah memakai accu (aki, red) atau alat canggih lain.

Pada saat itu saya lepaskan pohon pisang yang saya pakai. Saya menyeberang kembali, mendekati kembali pinggiran kuala tersebut. Setelah itu tiba-tiba saya lihat ada tiga orang yang lewat kuala. Mungkin teman-teman saya, yang masih ada di hutan, yang belum tertangkap pada saat itu. Dan alhamdulillah, tiga orang lewat itu lolos.

Kemudian lewat lagi tiga orang naik perahu, dan ini kelihatan oleh pengejar. Mereka langsung mengejar dengan perahu pula. Dua yang lolos pada saat itu. Satu orang tertangkap. Dia berteriak-teriak “Saya tidak salah”. Kedengarannya mereka menyiksa. Dan pada saat itu tiba-tiba terdengar suara letusan. Dan teriakan itu langsung lenyap.

Setelah itu, saya berpikir, berarti saya ini akan tertangkap juga kalau saya teruskan untuk berenang. Saya ke darat dan duduk berdoa. Ya Allah turunkan lah hujan, ya Allah. Supaya mereka menghindar dari pinggiran kuala tersebut.

Dalam kurun waktu kurang lebih setengah jam, yang awalnya bintang-bintang lengkap di langit. Tiba-tiba gelap dan langsung turun hujan. Setelah hujan turun, saya berlari ke atas sekitar 20 meter. Kemudian saya masuk lagi ke dalam kuala, dan saya lanjutkan berenang.

Dalam jarak 10 meter lagi saya berenang ke bawah, ada lagi mereka yang menghadang di depan. Saya naik lagi ke daratan. Duduk saya di daratan berkisar kurang lebih satu jam. Badan saya kayaknya sudah tak mampu lagi digerakkan, dengan merasakan luka, kedinginan. Rasanya badan saya sudah tidak bisa lagi bergerak.

Pada saat itu, saya berpikir. Kalau siang di sini, saya sembunyi dimana lagi. Setelah pemikiran itu muncul kepasrahan, saya berdoa: bismillahi tawaqqaltu alallahi la haula wala quwata illah billah. Saya berdiri, lalu mencari alat bantu renang lagi. Alhamdulillah, saya ketemukan satu biji kelapa kering. Saya bawa kembali ke kuala.

Setelah saya masuk, melebur kembali ke kuala, rasanya badan ini sudah kuat kembali. Tangan dan kaki saya, yang semula sudah tidak mampu digerakkan, setelah saya melebur ke kuala, badan saya terasa pulih kembali. Kayaknya tidak ada luka yang melekat.

Setelah itu saya berenang sampai melewati pinggir kuala tersebut. Setiap pinggiran kuala tetap juga mereka jaga. Tetapi sudah tidak terlalu ketat. Karena hujan turun terus.

Saya temukan jembatan yang saya lewati pertama pada saat kami menuju di desa Ranononcu itu. Mereka berjaga di jembatan itu, alhamdulillah saya masih sempat lolos. Kemudian terus lagi, menemukan lagi jembatan satu. Yang pertama jembatan gantung Ranononcu dan yang kedua jembatan gantung Lembomawo.

Setelah itu, saya terus lanjutkan berenang. Dan apabila mereka mencari, menyenter dari sebelah, saya menghindar, menyeberang ke sebelah. Jadi, saya memotong-motong kuala Poso itu, yang jaraknya, yang disebut orang sering ambil korban manusia, ada buaya kayaknya sudah tidak lagi saya pikirkan.

Setelah itu, saya tiba di jembatan II Poso, yang direncanakan untuk dijadikan “kriminal dua”. Setelah mendekati jembatan tersebut, saya melihat pancaran cahaya. Lampu mereka begitu terang. Mereka memakai lampu sorot. Mereka pancarkan ke kuala tersebut. Kualanya terang sekali. Jadi apapun yang lewat, kayu sepenggal pun yang lewat, kelihatan dalam kuala tersebut. Tetap saya terus dan berhenti di jembatan tersebut.

Saya berhenti di bawah jembatan dan berdiri serta duduk bergantian sambil berpikir, bagaimana caranya bisa lolos. Sedangkan kuala ini terang sekali. Berpikir saya di situ sekitar satu jam. Bagaimana caranya, tidak ada hasil. Kayaknya, secara jernih saya tidak mampu lagi untuk berpikir, bagaimana caranya untuk lolos.

Setelah itu, saya terpikir dalam satu firman “Jangan takut Allah bersama kita”. Saya membaca doa bismillahi tawaqqaltu alallahi la haula wala quwata illah billah. Segala daya dan kekuatan saya serahkan kepada Allah sepenuhnya. Muncul keyakinan saya pada saat itu, saya langsung meloncat berenang ke kuala.

Setelah saya mendekati lampu tersebut, tiba-tiba lampunya langsung mati. Saya berpikir jangan-jangan saya dijebak, dengan sengaja mematikan senter, agar saya terus berenang.

Dan setelah melewati tempat terang tersebut baru lampunya menyala. Tidak tahu mengapa lampu mereka mati. Berarti mereka sebenarnya bukan menjebak saya. Tetapi memang benar lampunya mati pada saat itu. Mungkin sudah digariskan oleh Allah. Sudah memberikan pertolongan pada saat itu kepada saya.

Sebagai manusia biasa, yang sudah luka parah, muka saya sudah hancur dipukul, mungkin tidak bisa melanjutkan perjalanan. Tapi kekuatan yang ada, saya melanjutkan berenang melewati jembatan dan tiba-tiba saya mendengar suara azan. Berarti menandakan waktu subuh atau pagi telah tiba. Saya makin cepat berenang sebelum terang, karena kalau sudah siang mereka akan temukan saya.

Sekitar pukul 6 pagi saya mendengar suara pengumuman yang menyebutkan nama kompi. Saya berpikir bahwa itu adalah asrama tentara dan langsung mendekati. Di dekat lokasi asrama saya melihat seorang pemuda dan saya tanyakan asalnya. Saya juga tanya mengapa ada disini dan pemuda itu mengatakan dirinya pengungsi. Saya tanya lagi agamamu apa, dan dia menjawab agama Islam. Disaat dia menjawab Islam, saya langsung mengatakan tolong, dan dia pun langsung menolong saya membawa ke asrama kompi dan dirawat. Pada saat disiksa, saya melihat seorang aparat tentara yang juga saya sudah pernah lihat sebelumnya. Waktu di kompi saya juga melihat tentara itu, kami sempat berpapasan mata kemudian tentara itu langsung pergi. Saya periksa di semua ruangan tentara itu tidak ada. Saya yakin dia adalah tentara yang saya lihat ketika saya disiksa. (ud/jpnn)

Sumber : Riau Pos Rabu, 14 Juni 2000
Kutipan : Kabar Dunia Islam

================================

Beginilah kalau HUKUM AL QURAN & SUNNAH tidak tegak..! kaum muslimin di bantai oleh anjing-anjing kafir...!! Bhineka Tunggal Ika adalah SAMPAH..! PANCASILA adalah SAMPAH..!!!

INI BUMI ALLAH..! maka HUKUM ALLAH lah yang berkuasa di BUMI ini..! bukan BHINEKA TUNGGAL IKA dan PANCASILA yang NAJIS..!!
digitalhuda.com