4 Imam Besar Dalam Islam
KAWAN, pastinya sudah nggak asing lagi kan dengan nama imam-imam besar yang dijadikan rujukan dalam berbagai hal yang berhubungan dengan Islam, ya tentunya juga Al-Qur’an dan As-Sunnah. Yups, siapa lagi kalo bukan Imam Hanafi, Imam maliki, Imam Syafi’i dan Imam Hambali.
Pendapat keempat imam ini, selalu dijadikan tolak ukur kalo ada permasalahan yang berhubungan dengan Islam. Namun yang selalu jadi permasalahan adalah umat Islam itu sendiri yang rata-rata selalu membenarkan pendapat salah satu imam saja dan menyalahkan atau bahkan menganggap sesat pendapat imam yang lain. Hal itu nggak dibenarkan karena pada dasarnya semuanya benar, yang penting keempat imam ini nggak melenceng dalam hal akidah yakni Meyakini adanya Allah dan meyakini bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Bereskan?
Nah, biar lebih mengenal keempat imam tersebut, berikut sedikit rician profilnya. Cekidot!
1. Imam Hanafi
Nu’man bin Tsabit bin Zuta bin Mahan at-Taymi (bahasa Arab: النعمان بن ثابت), lebih dikenal dengan nama Abū Ḥanīfah, (bahasa Arab: بو حنيفة) (lahir di Kufah, Irak pada 80 H / 699 M — meninggal di Baghdad, Irak, 148 H / 767 M) merupakan pendiri dari Madzhab Yurisprudensi Islam Hanafi.
Abu Hanifah juga merupakan seorang Tabi'in, generasi setelah Sahabat nabi, karena dia pernah bertemu dengan salah seorang sahabat bernama Anas bin Malik, dan meriwayatkan hadis darinya serta sahabat lainnya.
Imam Hanafi disebutkan sebagai tokoh yang pertama kali menyusun kitab fiqh berdasarkan kelompok-kelompok yang berawal dari kesucian (taharah), salat dan seterusnya, yang kemudian diikuti oleh ulama-ulama sesudahnya seperti Malik bin Anas, Imam Syafi'i, Abu Dawud, Bukhari, Muslim dan lainnya.
2. Imam Maliki
Imam Maliki, nama lengkapnya adalah Abu Abdillah Malik bin Annas. Beliau lahir di Madinah tahun 716 M. Beliau merupakan ulama besar di kawasan Arab. Dalam menetapkan ilmu fiqih, beliau selalu berpedoman pada Al-Qur’an, hadits, ijma’ sahabat, dan kemaslahatan urf (adat) penduduk Madinah. Buku karangannya diantaranya adalah Al-Muwaththa. Imam Maliki ini adalah guru Imam Syafi’i.
3. Imam Syafi'i
Imam Syafi’i, nama lengkapnya adalah Muhammad Ibnu Idris bin Abbas bin Usman Asy Syafi’i. Beliau dilahirkan di Palestina tahun 767 M. Menurut riwayat, beliau telah mahir membaca dan menulis Arab pada usia 5 tahun. Pada usia 9 tahun, beliau telah hafal Al Quran 30 juz. Pada usia 10 tahun, beliau sudah menghafal hadis yang terdapat dalam kitab Al Muwaththa karya Imam Malik. Di usianya yang 15 tahun, beliau lulus dalam spesialisasi hadits dari gurunya Imam Sufyan bin Uyaina, sehingga beliau diberi kepercayaan untuk mengajar dan memberi fatwa kepada masyarakat dan menjadi guru besar di Masjidil Haram, Mekah. Dalam menetapkan ilmu fiqih, Imam Syafi’i berpedoman pada Al Qur’an, hadis, ijma’ dan qiyas. Buku karangan Imam Syafi’i adalah Ar-Risalah dan Al- ‘Um. Ajaran Imam Syafi’i terkenal dengan Mazhab Syafi’i yang banyak dianut oleh umat Islam di Indonesia, Asia Tenggara, Mesir, Baghdad, dan negara lainnya.
4. Imam Hambali
Imam Hambali, nama lengkapnya adalah Ahmad bin Hambal Asy Syaibani. Beliau lahir di Baghdad tahun 855 M. Ajarannya terkenal dengan nama Mazhab Hambali. Dalam menetapkan hukum fiqih, Imam Hambali berpedoman pada Al Qur’an, hadis, dan fatwa para sahabat.

