Recent Articles

0
Benua Amerika adalah negeri muslim yang dimurtadkan, manakah fakta yang menyebutkan hal tersebut? Islam ternyata ada dalam sejarah benua Amerika dan hubungannya pun termasuk erat. Kalau berkunjung ke Perpustakaan Kongres yang berlokasi di Washington DC, coba cek arsip perjanjian antara suku Cherokee (suku Indian di tahun 1787) dengan pemerintah Amerika. Muhammad Ibnu Abdullah dan Abdel Khak adalah kepala suku tersebut yang bertanda tangan di perjanjian itu. Perjanjian tersebut adalah tentang hak kelangsungan pemerintahan, perkapalan, dan perdagangan oleh suku Cherokee berdasar pada hukum Islam, bahkan termasuk soal cara berpakaian yang auratnya perlu ditutup.
Benua Amerika Adalah Negeri Muslim yang Dimurtadkan, Apa Buktinya?
1. Adanya sepotong batu yang ditemukan di daerah Corinto di El Salvador, tepatnya di dalam sebuah gua telah diidentifikasi dan dari situlah kedatangan umat Islam di Amerika Selatan dapat teridentifikasi oleh batu yang diketahui sebagai bantalan prasasti Malaka Haji Malaya pada abad ke-13. Umat muslim tersebut diduga berasal dari salah satu daerah di Indonesia.
2. Ditemukan beberapa koin oleh Pendeta Thaddeus Mason Harris yang ditulis oleh seorang penulis jurnal Amerika yang pada tahun 1787 ketika berkunjung ke beberapa area Massachusetts. Koin itu kemudian oleh Harris diserahkan ke perpustakaan Harvard College untuk diperiksa dan diketahui bahwa koin tersebut berasal dari abad ke-8 dan 9 dan dikenal sebagai Samarqand Dirham. Ada prasasti La ilaha illa-Allah Muhammadun Rasulullah dan Bismillah yang kelihatan ada pada koin tersebut.
3. Prasasti batu lagi-lagi ditemukan dengan bentuk bantalan huruf Cufic H-M-I-D yang diduga berasal dari pasca-650 CE dan ini merupakan salah satu bukti benua Amerika adalah benua yang dimurtadkan. Di bebatuan Nevada, tepatnya di Valley of Fire juga diketahui ada tulisan Arab lainnya.
4. Tulisan Cufic itu ada dan penemuannya ada di White Mountains di tahun 1951 yang lokasinya tidak jauh dari kota Benton di perbatasan Nevada. Tulisan dengan gaya Cufic yang dikenali sebagai tulisan di abad ke-7 ini terdapat kalimat tentang Iblis yang merupakan sumber dari segala kebohongan atau Setan maha mayan.
5. Ada banyak orang yang mencoba meneliti sejarah awal masuknya Islam ke Amerika, mungkin termasuk Profesor Barry Fell seorang dosen yang sudah pensiun dari Harvard University. Ia menekankan bahwa di tahun 650-an, Amerika kedatangan kaum muslim dan tentu ada dasar mengapa sang profesor berani menyatakan demikian, ini karena kaligrafi Cufic. Kalau memang benar, itu artinya pada era Khalifah Utsman, umat Islam telah menapakkan kaki di Amerika.
6. Tulisan “In the Name of Allah” juga ditemukan oleh Profesor Fell dan dianggap sebagai bukti selanjutnya akan Amerika negeri muslim yang dimurtadkan. Jika mengecek dan melihat secara hati-hati akan temuan prasasti tersebut, akan didapati kesimpulan bahwa memang benda tersebut tidaklah bergaya modern Arab dan malah mengandung gaya Cufic yang sangat ada hubungannya dengan gaya tulisan di abad ke-7.
7. Diketahui pula bahwa sebuah daerah di mana orang-orang Arablah penghuninya, diserang oleh Navajos dan Apache asli yang merupakan Athapcan Tribe. Sejumlah sekolah yang dibangun oleh orang-orang Arab dapat memesonakan para pribumi yang buta huruf, dan dari situlah tercipta subyek yang mirip serta binatang mitos hasil dari ubahan bentuk geometris yang kemungkinan dikerjakan dengan bantuan tawanan selama berabad-abad.
Masih ada banyak lagi bukti-bukti mengenai Amerika yang dulunya sebenarnya merupakan negeri Islam melalui penjelasan catatan sejarah. Benua Amerika adalah negeri muslim yang dimurtadkan atau mungkin lebih tepatnya diselamatkan. (viva)
0
Oleh Dr Muhammad Hariyadi MA*

Rasulullah SAW menginformasikan kepada kita mengenai tiga ciri orang munafik, yaitu: mayoritas pembicaraannya mengandung kebohongan, kebanyakan janjinya tidak ditepati, dan jika dipercaya berkhianat.

Dewasa ini tiga sifat tersebut menjadi penyakit sosial yang akut di masyarakat, sehingga kebohongan, tidak menepati janji dan berkhianat merupakan pemandangan umum yang dapat kita saksikan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan di kalangan anak didik, tidak terasa lagi adanya beban psikologis pada saat anak-anak berbohong dan meninggalkan komitmen yang seharusnya dipegang teguh dalam melakukan berbagai tugas pendidikan.

Allah SWT mengeksplorasi di dalam Alquran akan bahaya sifat kemunafikan dan beban psikologisnya yang negatif. Melalui sebelas ayat yang sebelas ayat yang beruntun (QS. Al-Baqarah 8-20), Allah SWT menjelaskan kondisi psikologis orang-orang munafik tersebut, di antaranya:

Pertama, mereka adalah pribadi yang sifat kepribadian internalnya bertentangan sebab apa yang mereka ungkapkan berbeda dengan apa yang mereka yakini, oleh sebab adanya kepentingan pribadi dan duniawi yang ingin mereka capai. Allah SWT berfirman: "Dan di antara manusia ada yang berkata: "Kami beriman kepada Allah dan hari akhir," padahal sesungguhnya mereka hanyalah menipu diri sendiri tanpa mereka sadari." (QS. Al-Baqarah: 8).

Kedua, mereka adalah pribadi yang cara berpikirnya kacau dengan orientasi senantiasa berupaya menipu orang lain, termasuk Tuhan serta tidak sadar pada hakekatnya mereka menipu diri sendiri. Mengelabuhi pihak lain mungkin dapat berhasil, namun cara mereka mengelabuhi Tuhan hanya menjadi tertawaan logika, sebab semua bentuk pengelabuhan tersebut akan terungkap nyata di hari pembalasan. Allah SWT berfirman: "Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanyalah menipu diri sendiri tanpa mereka sadari." (QS. Al-Baqarah: 9).

Ketiga,  mereka adalah pemilik hati yang sakit karena senantiasa menutupi "kebenaran kata hatinya" yang seharusnya menjadi petunjuk kebenaran bagi dirinya sendiri. Lebih dari itu, sebenarnya hati mereka sakit karena lelah menanggung kemunafikan yang harus diperankannya terus menerus. Allah SWT menegaskan: "Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya itu." (QS. Al- Baqarah: 10).

Keempat, mereka adalah orang-orang yang lihai dalam mengopinikan publik akan kemaslahatan di bumi, padahal semuanya hanyalah tameng-tameng yang menutupi kerakusan dan kerusakan yang mereka lakukan. Allah SWT berfirman: "Dan apabila dikatakan kepada mereka, "janganlah berbuat kerusakan di bumi!" Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan." (QS. Al-Baqarah: 11).

Kelima, mereka menganggap remeh orang-orang yang berada di luar mereka dan menjulukinya sebagai orang-orang bodoh, padahal hakekat yang sebenarnya justru sebaliknya. (QS. Al-Baqarah: 13).

Keenam, mereka adalah orang-orang yang buta "mata dan hatinya", tuli "pendengarannya" dan bisu "mulutnya" sebab panca inderanya hanya mampu melihat segala sesuatu dengan pandangan yang serba material, hedonis dan kepentingan duniawi semata.

Mereka bagaikan orang berjalan di kegelapan dengan suasana hujan lebat disertai gemuruh petir dan kilat yang menyambar-nyambar. Mereka berhati-hati dalam menjalankan aksi kemunafikannya dan rapuh psikologisnya, serta menunggu kelengahan pihak lain sehingga mereka adalah pribadi yang inkonsisten dalam ucapan, sikap dan perbuatan. Wallahu A'lam.

*Penulis Dosen Pascasarjana PTIQ Jakarta
0
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwah mengenai mengkomsumsi bekicot. Fatwah MUI mengeluarkan aturan bahwa mengkonsumsi bekicot sebagai makanan hukumnya haram. Serta membudidayakan untuk dikonsumsi juga tidak boleh.

Setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh MUI terkadang  minumbulkan pro dan kontra dikalangan masyarakat, dengan Fatwah MUI yang mengharamkan bekicot untuk dikomsumsi akan tetapi  memperbolehkan penggunaan bekicot untuk kepentingan obat.

Mungkin sebaiknya fatwah tentang hal ini disosialisasikan kepada masyarakat yang beragama muslim agar merujuk pada dalil dan mayoritas kaum ahli Fikih. Kalau perlu dibagikan selebaran mengenai fatwah tersebut bagi yang beragama islam untuk tidak lagi mengkomsumsi.

Kalau kita melihat kebelakang ada beberapa Fatwah MUI yang nyisakan masalah seperti fatwah seputar haramnya golput, haramnya rokok dan boleh aborsi korban pemerkosaan.

Apapun kebijakan MUI sebagai Alim ulama terbesar di Indonesia kita sebagai rakyat atau jemaah harus wajib mengikuti aturan yang dibuat, karena merekalah yang bertanggung jawab tentang kemaslahatan umat di Indonesia.[it]
0
Rocker Berseru
Proses penyebaran Al-Qur’an dijaman Rasulullah bisa diibaratkan dengan memperbanyak copy-an album rekaman oleh produser kedalam kaset atau CD. Selesai lagu diciptakan maka bunyi yang dihasilkan disimpan dalam kaset/CD, digandakan lalu disebarkan ke masyarakat luas. Setiap orang memiliki kaset/CD tersebut, kalaupun ada yang tidak punya, dia bisa meminjam atau ‘numpang mendengar’ kaset/CD milik tetangga. Apabila rusak, maka si pemilik bisa merujuk kepada kaset/CD yang lain yang tidak rusak, jaman dulu tidak ada kaset/CD, yang ada otak manusia sebagai sarana penyimpannya.

Selama proses perekaman kedalam kaset/CD, ada juga yang sekalian menulis lirik lagunya pada lembaran kertas, ada yang menulis 1 lirik lagu, ada yang 2 buah, ketika selesai seluruh album, ada juga yang menulis keseluruhan lirik lagu tersebut. Sekalipun keseluruhan album belum selesai namun lagu-lagu yang ada dalam album tersebut sudah diperdengarkan pada khalayak umum, menjadi ‘top-hit’ dan sering diperdengarkan di stasiun radio, tapi karena dulu belum ada statsiun radio, maka ‘lagu’ tersebut diperdengarkan di mesjid, 5 kali sehari. Orang-orang yang sudah hapal juga menyanyikannya dirumah-rumah, dinyanyikan bersama-sama, kalau ada yang salah menyanyikannya, maka pihak lain akan membetulkan.

Ketika Rasulullah wafat, otomatis ‘master kaset’nya sudah tidak ada, namun album sudah selesai dan lagu-lagu yang terdapat didalamnya sudah menyebar-luas dinyanyikan orang terus-menerus. lalu datang yang namanya Usman bin Affan, kepingin mengumpulkan lirik lagu tersebut dalam satu buku, bagaimana caranya..?? Usman membentuk panitia dipimpin oleh Zaid bin Tsabit, Zaid terkenal ‘fans berat’ album Rasulullah tersebut, selalu hadir dalam setiap ‘konser’ beliau, ikut menyanyikan bersama-sama semua lagu karena dia juga hapal liriknya. Apa yang dilakukan Zaid dalam menuliskan lirik lagu-lagu tersebut..?? ternyata tidak sembarangan, pertama, dia minta sama orang yang dulunya menulis lirik ketika proses album tersebut dibuat untuk menyerahkan tulisannya, yang cuma nulis 1 lagu menyetor 1 lagu, yang menuliskan 2 lagu, menyetor 2 lagu, yang nulis semua juga tidak ketinggalan menyerahkan semua catatan lirik lagu tersebut. Zaid tidak berhenti hanya sampai disini, sebelum menyalin ke dalam buku tersebut, dia ‘menyetel kaset’ yang dimiliki oleh orang-orang. Kaset milik si A dipedengarkan, di crosscheck dengan milik si B, lalu dia melotot memperhatikan naskah lirik yang sudah diterima, baru dia tulis dalam lembaran buku tersebut.

Selesai menyalin semua lirik lagu yang terdapat dalam album tersebut, Usman kemudian memusnahkan semua naskah yang diterimanya dari orang-orang, mengapa..?? karena ini merupakan tindakan yang lumrah saja, semua lirik lagu sudah disalin dalam sebuah buku, tertulis dengan rapi, tersusun berdasarkan halaman-halaman. Lalu buat apa lagi menyimpan catatan-catatan yang bentuknya bermacam-macam tersebut…? kalau mau menyanyikan lagu tersebut, baca saja salinan yang sudah rapi, lagipula sudah banyak yang hapal lagu-lagu yang liriknya ditulis dalam buku tersebut. Apakah terjadi perdebatan..?? logikanya kalau hasil salinan yang terdapat dalam buku tersebut berbeda dengan ‘isi kaset/CD’ yang dimiliki oleh seseorang, tentu saja orang tersebut bakalan ngamuk, kalaupun tidak ngamuk karena takut sama Usman yang berkuasa, bunyi yang ada dalam kaset/CD-nya tetap saja tidak berubah, dia akan membawanya kemanapun dia pergi, lalu ketika dia memperdengarkan kepada orang lain pastilah lagu yang disampaikannya tetap berbeda dengan apa yang ditulis oleh Zaid dalam buku liriknya. Katakanlah misalnya Ibnu Mas’ud menyerahkan tulisan lirik-nya, ternyata salinan yang dibuat berbeda, tapi kaset/CD yang dimiliki tetap tidak berubah. mana mungkin isi kaset/CD bisa otomatis berubah karena lirik yang ditulis berbeda..??

Ternyata Zaid tidak hanya menyalinnya ke dalam 1 buku saja, ada yang bilang disalin dalam 6 buku, ada juga yang bilang jumlahnya 9 buku, berapapun jumlahnya yang jelas lebih dari satu. Buku-buku lirik lagu tersebut disebarkan ke wilayah sekitar yang membutuhkan, ada yang dikirim ke Mesir, ada yang ke Suriah, Irak, Yordania, dll. Hebatnya, untuk setiap tempat pengiriman tersebut, Usman mengirimkan ‘kaset/CD’ nya juga karena orang tidak bisa belajar bernyanyi hanya dari tulisan lirik yang ada diatas kertas, tapi harus MENDENGAR bagaimana lirik tersebut dinyanyikan. Jadi ketika seseorang mulai belajar menyanyikan lagu-lagu yang terdapat dalam album tersebut, mereka memegang buku liriknya sekaligus mendengarkan bunyi yang berasal dari ‘kaset/CD’ yang sudah ada ditengah-tengah mereka. Nah..salah satu kaset/CD yang disebarkan tersebut termasuk juga Ibnu Mas’ud tadi, dia dikirim ke Irak untuk ‘bernyanyi’ disana.

Orang-orang lalu menggandakan kaset/CD tersebut berdasarkan cara demikian, seperti biasanya, lagu-lagunya tetap menjadi ‘top-hit’ di kalangan masyarakat, dinyanyikan terus-menerus, diperdengarkan secara meluas, kalau ada yang salah menyanyikannya, diketawain anak kecil, karena anak kecilpun hapal lagu-lagunya. Beberapa ratus tahun kemudian, buku lirik yang ditulis Zaid tersebut sudah tidak ada lagi, tapi orang dengan gampang menyalin kembali liriknya dalam buku yang baru karena lagu-lagunya sudah dihapal dan dikenal luas. Ada yang salah menulis lirik akan cepat diketahui. Lalu apa buktinya bahwa diperjalanan tidak terjadi kesalahan yang membuat lagu-lagu tersebut berubah..?? Lihat saja faktanya sekarang, semuanya menyanyikan lagu yang sama. Kalau ada kesalahan dan dibiarkan, tentu saja akan terjadi di satu wilayah orang akan menyanyikan lagu yang berbeda, lalu berdasarkan lagu tersebut dia menulis lirik yang berbeda pula. Bisa dibayangkan kalau kesalahan tersebut berasal dari waktu awalnya, sudah pasti perbedaan tersebut makin luas terjadinya. Katakanlah Ibnu Mas’ud memang punya kaset/CD yang bunyinya berbeda, pasti orang-orang yang mendengar dia bernyanyi juga akan mendapatkan input yang berbeda, lalu menghapalkan lagu yang berbeda, menyebar-luaskan lagu yang tidak sama. Alhasil sekarang pasti di wilayah tempat dulunya Ibnu Mas’ud bernyanyi akan memiliki lagu yang berbeda, tapi faktanya koq tetap sama…??

Sekarang, setelah ribuan tahun, ada yang bilang :”Ditemukan buku lirik milik Ibnu Mas’ud yang mengakui judul yang sama, tapi memuat lagu yang berbeda, buku tersebut ditulis oleh dia yang dekat dengan Rasulullah, jadi ikut mendengar Rasulullah ‘bernyanyi’, pasti buku lirik miliknya-lah yang lebih benar..”. Masalahnya omongan ini tidak ada buktinya karena yang ngomong tersebut sama sekali tidak bisa menunjukkan mana bukunya, apalagi diwilayah mana orang menyanyikan lagu yang berbeda tersebut. Omongan ini hanya berdasarkan ‘katanya’. Lalu kita mau bilang apa..?? Semua orang tetap saja menyanyikan lagu yang sama, yang selalu populer di masyarakat, digemari secara lintas generasi, ketika generasi tua menghilang, muncul generasi baru sesudahnya yang menyanyikan lagu-lagu dari album tersebut.

Demikian penjelasan mengapa Al-Qur’an yang ada sekarang hanya ada 1 versi, kalau tidak ngerti juga, kebangetan

Kata Raja dangdut Terlaluuuu
0
Lord Headley Al-Farooq merupakan negarawan dan penulis terkemuka Inggris. Ia merupakan lulusan Cambrigde. Setelah lulus, ia lebih banyak aktif menjalani dinas kemiliteran.
 
Karier militernya selesai, Al-Farooq mulai menulis. Buku yang paling terkenal ia terbitkan salah satunya adalah Jurnal Salisbury. Jurnal ini berisi cerita tentang kebangkitan Barat terhadap Islam.
Selesai menulis itu, di luar dugaan Al-Farooq justru menjadi Muslim. Ia pun berganti nama menjadi Syaikh Rahmatullah Al-Farooq.

"Keputusan saya itu dinilai karena saya dipengaruhi umat Islam. Tapi, bukan itu sebabnya, saya justru menjadi Muslim karena bertahun-tahun mempelajari Islam," kata Al-Farooq seperti dikutip arabnews, Jumat (3/5).

Al-Farooq begitu gembira ketika semua teori dan kesimpulan yang didapatnya sesuai dengan ajaran Islam. "Saya bisa pahami bahwa Yesus lebih dekat dengan Islam ketimbang apa yang dipahami gereja sekarang ini," kenang dia.

Sebagai satu contoh saja, Al-Farooq menyebutkan soal syahadat. Dalam Islam, syahadat merupakan satu wujud kesaksian dan komitmen terhadap Allah dan Rasul-Nya. Namun, hal itu justru diubah menjadi satu kunci menuju keselamatan.

"Jadi, yang bisa saya tangkap, dalam pandangan Trinitas, Tuhan itu bisa menjadi seorang yang baik namun juga jahat. Saya merasa bersyukur melalui Yesus bisa mengetahui kebenaran," kata Al-Farooq.
0
Demokrasi bagaikan fatamorgana. Terlihat indah dan menjanjikan namun realitasnya rusak dan mengecewakan. Tapi, mengapa masih banyak umat Islam yang berharap kepadanya ?

Demokrasi adalah fitnah dajjal terbesar masa kini. Keberadaannya dibela sekaligus dicela. Demokrasi terkadang dianggap sebagai sumber kebebasan, kadang disamakan dengan syuro (musyawarah) oleh syetan2 berwujud manusia demi melegalkan hawa nafsu iblisnya. Kadang dinisbatkan kepada jabatan Yusuf a.s. di sisi rajanya, atau kekuasaan Raja Najasy. Lebih seringnya demokrasi digunakan dengan dalih maslahat dan istihsan (anggapan baik). Apakah dengan semua alasan-alasan tersebut menjadikan demokrasi sejalan dengan Islam ?

Syekh Abu Muhammad Ashim Al Maqdisy seorang Ulama Tauhid Wal Jihad, Ulama Ahlu Sunnah Wal Jamaah, Ulamanya para Mujahidin Al Qaeda & Taliban menjawab seluruh pertanyaan penting tentang hakikat demokrasi, hukum dan konsekuensi bagi para penganutnya. Beliau menjelaskan pula syubhat-syubhat yang menjangkiti para pengagum demokrasi. Sebuah penjelasan dan bayan yang mencerahkan.


Link Download

http://www.mediafire.com/?dhbnpi4975bgd1j [Word]
http://www.mediafire.com/?4ixlfv9lqzr3ckb [PDF]
0

Kita hidup di zaman yang kehidupan mayoritas manusianya telah jauh dari petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala. Akidah mereka telah dicampuri oleh banyak kesyirikan dan kekufuran. Ibadah mahdhah mereka telah banyak dicampuri oleh bid’ah. Akhlak mereka telah diwarnai oleh kemaksiatan dan kemungkaran. Pedoman hidup mereka dalam aspek ekonomi, politik, sosial dan budaya telah digantikan oleh hukum-hukum kufur produk hawa nafsu pemimpin kekufuran.

Kita harus berpegang teguh erat-erat dengan Al-Qur’an dan as-sunnah dalam kondisi zaman seperti ini. Kita harus bergaul dan berteman erat dengan orang-orang shalih dalam lingkungan yang islami. Merekalah yang akan menasehati kita saat kita lalali dan menguatkan kita saat kita lemah. Merekalah yang akan mendukung kita agar senantiasa istiqamah di atas kebajikan dan ketakwaan.

Dan selain semua usaha manusiawi tersebut, kita senantiasa memerlukan bantuan ilahi. Berdoa memohon bimbingan dan pertolongan Allah merupakan sebuah keniscayaan. Jangankan kita, nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam pun tetap memohon bimbingan dan pertolongan Allah agar senantiasa istiqamah di atas agama Allah Ta’ala.

Sebagaimana diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bahwasanya beliau biasa membaca doa:

«اللَّهُمَّ احْفَظْنِي بِالْإِسْلَامِ قَائِمًا، وَاحْفَظْنِي بِالْإِسْلَامِ قَاعِدًا، وَاحْفَظْنِي بِالْإِسْلَامِ رَاقِدًا، وَلَا تُشْمِتْ بِي عَدُوًّا حَاسِدًا، وَاللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ كُلِّ خَيْرٍ خَزَائِنُهُ بِيَدِكَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ كُلِّ شَرٍّ خَزَائِنُهُ بِيَدِكَ»
Ya Allah, jagalah aku dengan Islam saat aku berdiri, jagalah aku dengan Islam saat aku duduk, jagalah aku dengan Islam saat aku tidur dan janganlah Engkau membuat musuh yang mendengki gembira atas penderitaanku!

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu segala kebaikan yang kunci-kuncinya berada di tangan-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari segala keburukan yang kunci-kuncinya berada di tangan-Mu.” (HR. Al-Hakim no. 1924. Dinyatakan shahih oleh Al-Hakim, Adz-Dzahabi dan Al-Albani)

(muhibalmajdi/arrahmah.com)
0

Syaikh Mishary bin Rashid Alafasy + Terjemah Bahasa Indonesia (30 Juz): File di simpan di 4shared dot com

sumber: http://chromosome.wordpress.com

0
Para Mujahid Yang Sedang Melakukan Shalat
Salah satu sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan oleh seorang muslim adalah rutin berangkat ke masjid. Ada banyak ibadah wajib dan sunah yang bisa ditunaikan di masjid, baik ibadah secara berjama’ah maupun ibadah secara individu. Di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Menunaikan shalat wajib lima waktu secara berjama’ah

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ، ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مَنْ بُيُوتِ اللهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللهِ، كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً، وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً»

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Barangsiapa bersuci di rumahnya kemudian berjalan ke salah satu rumah Allah (masjid) untuk menunaikan salah satu dari kewajiban yang Allah wajibkan (shalat wajib berjama’ah), maka setiap satu langkah kakinya akan menghapuskan dosanya dan setiap langkah kaki yang lain meninggikan derajatnya (di sisi Allah).” (HR. Muslim no. 666)

2. Membaca, mempelajai atau mengajarkan Al-Qur’an

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa salam bersabda:

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ، يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ، وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ، إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمِ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid), mereka membaca kitab Allah dan bersama-sama mempelajari isinya, melainkan akan turun ketenangan ke dalam jiwa mereka, mereka diliputi oleh rahmat, dikelilingi oleh para malaikat dan nama-nama mereka disebutkan Allah di hadapan para malaikat yang berada di sisi-Nya.” (HR. Muslim no. 2699, Abu Daud no. 1455, Ibnu Majah no. 225 dan Ahmad no. 7427)

3. Menghadiri majlis ta’lim

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمْ قَالَ: مَنْ غَدَا إلَى الْمَسْجِدِ لاَ يُرِيدُ إلاَّ أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْراً أَوْ يُعَلِّمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامّ حَجُّهُ

Dari Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Barangsiapa berangkat ke masjid di waktu pagi tiada memiliki maksud selain mempelajari amal kebaikan atau mengajarkan amal kebaikan, maka baginya seperti pahala orang yang menunaikan haji secara sempurna.” (HR. Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir no. 7433. Imam Al-Haitsami dalam Majmauz Zawaid wa Mambaul Fawaid, 2/245 berkata: Seluruh perawinya dinilai tsiqah)[arrahmah.com]

(muhibalmajdi/arrahmah.com)
0
Tarian Rahasia Agnes Monica "Rindu" 2011 {PENYEMBAHAN DEWA MATAHARI (SUN DAY) HORUS

Mungkin sedikit yang kenal dengan Mithra dan Horus tetapi seiring bacaan ini nanti juga kenal kok, kan tak kenal maka ta'aruf, tentu ane akan cerita tentang kisah yesus, tentunya dengan singkat aja dan tentunya ceritanya bersumber dari Al-Kitab (PL dan PB), karena ane mau cerita tentang yesus bukan Isa AS.

Yesus menurut keyakinan orang kristen adalah anak yang lahir dari perawan Maria (tentu umat islam sampai sini setuju), Yesus lahir tanggal 25 desember 1 Masehi (walaupun nyari dalilnya ga ada tuh), apa yang kita tahu tentang cerita Yesus ?

Tentu cuma rujukan dari Cerita orang kristen. Kelahirannya ditandai kemunculan sebuah bintang di timur, dan di ikuti oleh tiga orang Majusi yang memberkati juru selamat baru. Yesus sudah menjadi guru pada umur 12 tahun dan di baptis oleh Yohanes si Pembaptis pada umur kira-kira (masih kira-kira dalam injil) umur 30 tahun dan mulai menyebarkan ajarannya. Yesus mempunyai 12 orang murid dan melakukan banyak mukjizat seperti : menyembuhkan orang sakit, berjalan diatas air dan menghidupkan orang mati. Julukan yang diberi ke Yesus adalah “Raja segala raja”,

“Anak Tuhan”,”Juru selamat” de el el, Yesus dikhianati oleh muridnya yang benama Yudas Iskariot, Yudas dibayar oleh tentara Romawi seharga 30 keping perak, lalu Yudas berkata “Orang yang aku cium itulah Yesus”, setelah itu Yesus ditangkap, lalu di salib dan 3 hari setelah itu dia bangkit dan naik ke surga. Sampai disini cerita tentang Yesus menurut orang kristen. Ana tidak akan memperdebatkan masalah alur cerita atau bentuk ceritannya yang ingin ana ceritakan adalah kisah Dewa kaum pagan begini ceritanya.

HORUS >> Horus adalah Dewa orang Mesir lahir 3000 tahun SM, berarti cerita Horus sudah ada 3000 tahun sebelum Yesus lahir, Lalu bagaimana kisah dewa Horus ini ? Horus lahir dari perawan Isis-Meri tanggal 25 Desember, kelahirannya ditandai munculnya sebuah bintang dari timur dan kemudian untuk ditemukan 3 raja untuk dijadikan juru selamat baru. Umur 12 tahun telah menjadi guru, umur 30 tahun dibabtis oleh Anup, sejak itu iya mulai menyebarkan ajarannya. Horus mempunyai 12 murid yang menyertainya, iya mempunyai mukjizat menyembuhkan orang sakit, berjalan diatas air. Horus juga mempunyai julukan “Sang Cahaya”, “Anak tuhan yang diberkati”, “ Anak domba Tuhan” de el el. Setelah dikhianati oleh muridnya Taifun, Horus disalib dan tiga hari setelahnya bangkit lagi. Kalau antum mencoba mencari gambar Horus, antum akan menemukan gambar yang penuh, bagaimana Horus digambarkan bermuka burung dan ular cobra yang melingkar menggambarkan Horus itu dewa matahari. Dan dalam buku “DILEMA MAYORITAS”,di jelaskan bahwa kelompok zionis Illuminati menandakan sebuah negara dibawah pengaruh mereka dengan memberikan lambang dewa di negara tersebut, dan burung garuda adalah perlambangan dari dewa Horus (?).

MITHRA >> Mithra adalah Dewa matahari yang paling terkenal dari Persia, lahir 1200 SM lahir dari perawan pada tanggal 25 Desember dan mempunyai 12 murid dan banyak melakukan keajaiban. Setelah kematiannya tiga hari setelah itu dia bangkit kembali. Dan yang paling terkenal untuk menyembah Dewa Mithra itu dilakukan setiap hari minggu atau sunday, sun = matahari, day = hari. Jadi hari khusus ibadah mereka hari minggu. Itulah cerita dewa kaum pagan zaman dahulu, bagaimana cerita mereka mirip sekali dengan cerita Yesus sebagi Tuhan orang kristen, tentu masih banyak dewa lain lagi yang punya cerita mirip. Contoh :
| ATTIS
| DIONYSUS

Siapa Dewa Matahari?

| http://en.wikipedia.org/wiki/Ra

Tuhan ILLUMINATI:

| http://www.youtube.com/watch?v=w2JyBl7rti4&feature=share&list=PL1B9C949BBBD40B2D

|http://www.theforbiddenknowledge.com/hardtruth/symbolism_index.htm

| http://mureo.com/news/illuminati-pemuja-antikristus-dajjal-pada-industri-musik.html

Untuk membuktikannya, km bs mencoba sendiri dgn Software gratis ini :

| http://audacity.sourceforge.net/
| http://fixounet.free.fr/avidemux/download.html

Tutorial :
| http://oakdome.com/k5/tutorials/reversing-videos/how-to-reverse-video-1.php

RELATED :
| http://youtu.be/FCi3tfkdACo
| http://www.youtube.com/watch?v=weEIJDOcnrk
| http://www.youtube.com/watch?v=v5ldSjCWJoI

Tarian SUNSET :
| http://youtu.be/bxNNAS_K4_w

Agnes Monica and The All Seeing EYE of HORUS:
| http://youtu.be/IRNgauBABgY
| http://www.youtube.com/watch?v=U40AcgETwOY
| http://www.youtube.com/watch?v=bxNNAS_K4_w
0
JAKARTA -- Islamic Book Fair (IBF) 2013 masih terus berlangsung hingga hari ini, Ahad (3/3). Beragam acara digelar, salah satunya seperti Bedah Buku 'Pendidikan Islam Berkarakter dan Beradab' oleh Adian Husaini.

Dalam bedah buku, Adian menjelaskan mengenai Loose of Adab yaitu hal yang menjauhkan manusia dari akhlak, ukhrawi yang baik. Hal inilah yang menyebabkan kekacauan ilmu, bukan karena kebodohan. Olehnya, kita harus mulai memperbaiki konsep ilmu.

''Perbaiki ilmu, harus dimulai dengan perbaikan konsep ilmu'', ujarnya, Ahad (3/3).

Menurut Adian, adab bukanlah sopan santun namun mirip dengan adil yaitu menempatkan sesuatu sesuai dengan harkat dan martabatnya.

Ada beberapa adab yang penting yang perlu dipahami. Pertama yaitu adab kepada Allah, termasuk menjauhkan sikap syirik, yaitu menyekutukan Allah dengan yang lain. Sikap syirik bukanlah sikap yang beradab. Kemudian ada Adab kepada Nabi lalu Adab kepada Ulama.

Adian juga mengatakan betapa adab lebih penting daripada ilmu. Untuk itu kita perlu mengambil ilmu, meneladani adab serta mencontoh akhlak yang baik.

Salah satu pengunjung Bedah Buku, Rani (21 tahun) mengatakan banyak mendapat manfaat dari persoalan yang disampaikan pemateri.

''Iya, tadi cuma mau ikut aja, tapi pas dengar ternyata banyak manfaatnya'', ujar mahasiswi salah satu universitas di Jakarta ini.

Islamic Book Fair ini dilangsungkan dari 1 hingga 10 Maret 2013 di Istora Senayan. Puluhan penerbit menawarkan diskon hingga 80 persen dari ratusan judul buku, Qur'an serta buku-buku tafsir dan beragam produk muslimah. (republika.co.id)
digitalhuda.com