Recent Articles

Tampilkan postingan dengan label Kajian Al-Quran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Al-Quran. Tampilkan semua postingan
0
Ada enam seruan yang disampaikan Alloh dalam surat al Anfaal. Surat ini turun setelah Perang Badar, yang merupakan peperangan besar pertama antara Rosululloh beserta pengikutnya melawan musyrikin kafir Qurois. Atas latar belakang ini, maka surat ini juga dinamakan Surat Badar. Dalam surat ini Alloh SWT menyam
paikan enam seruan kepada orang-orang beriman, yang (tiap seruan, ed) diawali dengan frasa, “Yaa ayyuhalladzina aamanu... (Wahai orang-orang yang beriman...)”.
 
Seruan Pertama

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur).” (QS Al Anfaal [8] : 15)
Seorang muslim harus teguh dan tabah di medan pertempuran serta tidak boleh mundur (melarikan diri, ed). Dalam ayat lain lain dijelaskan lebih lanjut, jika dalam keadaan kuat, maka seorang muslim tidak boleh mundur ketika menghadapi sepuluh orang musuh. Dan jika dalam keadaan lemah, maka seorang muslim tidak boleh mundur ketika menghadapi dua orang musuh.

“Wahai Nabi, kobarkanlah semangat orang-orang beriman untuk berperang. jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti. Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan Dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang kafir; dan jika diantaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ribu orang, dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS Al Anfaal [8] : 65 – 66)

Seruan Kedua

“Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rosul-Nya, dan janganlah kamu berpaling dari pada-Nya, sedang kamu mendengar (perintah-perintah-Nya), dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang (munafik) vang berkata "Kami mendengarkan”, padahal mereka tidak mendengarkan. Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah; orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apapun.” (QS Al Anfaal [8] : 20 – 22)
Taat kepada Alloh dan Rosul-Nya adalah kunci kemenangan. Ini adalah perintah yang berlaku umum atas setiap muslim/muslimah, tetapi karena konteks surat Al Anfaal adalah tentang perang di jalan Alloh (Jihad Fii Sabilillaah), maka perintah Alloh untuk berangkat berjihad mendapat penekanan yang khusus dalam konteks (ayat) ini. Alloh mencela mereka yang tidak mendengar dan mentaati perintah-Nya (untuk berperang) sebagai orang yang tuli dan bodoh. Bahkan Alloh mencela mereka dengan sebutan seburuk-buruk makhluk.


Seruan Ketiga

“Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rosul apabila Rosul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.” (QS Al Anfaal [8] : 24)

Ini adalah perintah Alloh untuk segera merespon seruan-Nya dan seruan Rosul-Nya. Dan Alloh menegaskan bahwa ini adalah seruan yang akan membawa kehidupan bagi kita. Alloh tidak akan pernah menyuruh kita kepada sesuatu yang akan mencelakakan kita. Seluruh perintah Alloh adalah untuk kebaikan kita. Tafsir salaf atas ayat ini menyebutkan bahwa dengan mentaati perintah Alloh dan mengikuti Sunnah Rosul-Nya, maka pasti kita akan memperoleh kehidupan yang baik. Sebagian Mufassir (Ulama Ahli Tafsir) dari kalangan tabi’in seperti Urwah bin Zubair, juga Ibnu Katsir, Al Qurthubi dan Asy Syaukani menafsirkan ayat ini adalah segera merespon seruan/panggilan berjihad karena melalui jihad kita akan memperoleh kehidupan. Kedengarannya aneh dan ironi. Bagaimana bisa kehidupan dapat diperoleh dengan berperang, dimana berperang adalah mempertaruhkan diri dalam bahaya dan maut? Bagaimana bisa perang yang isinya adalah kengerian dan kematian dapat membuka jalan bagi kehidupan? Berikut beberapa penjelasannya : 

Dalam Tafsir Al Qur’anul ‘Azhim, Urwah berkata : “Artinya dengan berperang engkau akan mendapatkan kemuliaan setelah sebelumnya engkau diliputi kehinaan, memberimu kekuatan setelah sebelumnya engkau lemah, melimpahkan kepadamu kemenangan setelah sebelumnya engkai dikalahkan oleh musuhmu.”
Imam Al Qurthubi dalam Al Jami’ fi Ahkamil Qur’an : “Terkait dengan ayat [[....penuhilah seruan Alloh dan seruan Rosul apabila Rosul menyeru kamu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepada mu...]] Jihad adalah kehidupan karena menyebabkan (terjaminnya) kehidupan. Karena jika engkau tidak menyerang musuhmu, maka musuhlah yang akan menyerangmu, yang (serangan itu) menyebabkan kematian dan kepunahanmu. Sebagai tambahan, kematian dalam rangka berjihad bukanlah kematian, tetapi jalan menggapai hidup abadi yang mulia di surga.”


Seruan Keempat

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (QS Al Anfaal : 27)
Ini adalah peringatan Alloh untuk tidak mengkhianati sesama saudara muslim dengan bersekutu kepada orang kafir. Jangan membantu orang kafir baik dalam segala aspek apakah memberi informasi, memata-matai dll dalam rangka ikut serta memerangi orang-orang muslim. Memberi informasi intelijen kepada orang kafir adalah perbuatan pengkhianatan kepada Alloh dan Rosul-Nya.

Seruan kelima

Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqon. dan Kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. dan Allah mempunyai karunia yang besar. (QS Al Anfaal : 29)
Jika kita bertaqwa kepada Alloh maka Alloh akan mengampuni kita, Dia juga akan memberikan kepada kita furqon, pemisah, pembeda, ciri khas, serta kemampuan untuk membedakan antara yang haq dengan yang bathil. Sungguh ini adalah karunia berharga dari Alloh berupa cahaya yang Alloh berikah ke dalam hati orang-orang yang beriman, sehingga dapat menolongnya untuk melihat yang benar dan yang salah, yang baik dengan yang buruk.
Seruan keenam

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), Maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS Al Anfaal : 45 – 46)
Seruan dalam ayat ini mengandung lima perintah : 1) bersikap teguh, 2) banyak berdzikir mengingat Alloh jalla jalaaluh, 3) taat kepada Alloh dan Rosul-Nya, 4) menghindari berbantah-bantahan dan 5) bersabar. Inilah lima syarat datangnya kemenangan yang harus kita amalkan seluruhnya.
Demikianlah Enam Seruan Surat Al Anfaal kepada seluruh orang-orang beriman. Kami berdoa kepada Alloh agar dimasukkan ke dalam golongan yang mengikuti seruan-Nya.
Aamiin.
0
Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. (QS.3 Ali 'Imran:96)


Yang pernah belajar Matematika, pastinya pernah mendengar nama Fibonacci. Dia adalah seorang ahli matematika yang hidup pada abad pertengahan di Aljazair. Semasa kecilnya pernah berguru kepada seorang ahli matematika Muslim, hingga akhirnya Fibonacci membawa ilmu Golden Ratio (rasio emas) yang mengguncangkan Eropa dan dunia. Golden Ratio benar-benar terobosan ilmu pengetahuan yang mencengangkan.

Anda dapat melihat bukti-bukti ilmiah luar biasa dari misteri yang tetap tersembunyi di Kota Suci Makkah Selama Ribuan Tahun. Makkah ditetapkan sebagai arah bersujud, tempat konvensi miliaran umat Islam dan kota suci bagi umat Islam. Orang-orang Muslim, yang sanggup, disunahkan untuk pergi melakukan perjalanan melalui Ka’bah, Muzdelife dan Arafat dan untuk berkumpul di kota suci.

Phi Konstan-1,618, jumlah Nilai unggulan matematika. Allah – Sang Pencipta selalu menggunakan nomor yang sama dalam berbagai peristiwa di alam semesta, dalam pulse hati kita, rasio aspek spiral DNA, didesain khusus yang disebut alam semesta dodecehadron, dalam aturan array daun tanaman yang disebut phylotaxy, dalam bentuk serpihan salju, kristal, dalam struktur spiral banyak galaksi. Sang Pencipta menggunakan nilai yang sama, Golden Ratio – 1,618.

Nilai Rasio ini juga digunakan untuk desain arsitektur, bahkan Piramida di Mesir. Kepler astronom terkenal, Mendefinisikan Angka ini sebagai Penemuan yang Terbaik. Banyak pelukis terkenal, insinyur dan arsitek, seperti Leonardo Da Vinci, telah menggunakan rasio ini dalam karya seni mereka selama ratusan tahun.

Rasio Emas  Pada Wajah Manusia
Wajah ternyata menyimpan rasio-rasio matematika yang relatif konstan di hampir semua tipe wajah manusia. Dr Steven Markot, yang telah menghabiskan 25 tahun meneliti unsur matematika pada tubuh manusia, berhasil membuktikan di balik wajah seseorang tersembunyi rasio-rasio matematika disana.

Dia meneliti 18 model wajah dari beragam suku & umur. Hasilnya? 97% memiliki pola yang sama!!

Jarak angka ajaib itu, 1,618, juga ada dalam tubuh manusia, Misalnya jarak panjang tangan kita dari mulai jari sampai sikut dan dari sikut ke bahu, bila jarak itu di bagi sisi panjangnya dengan sisi pendeknya, maka hasilnya 1,618.

Begitu juga muka kita, bila sisi panjangnya di bagi sisi pendeknya, akan ketemu angka 1,618. Coba ukur setiap jari tangan kita, ternyata bila sisi panjangnya dibagi dengan sisi pendeknya hasilnya juga 1,618 dst.

Berikut adalah deret Angka Fibonacci

0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144, 233, 377, 610, 987, 1597, 2584, …

Angka Fibonacci memiliki satu sifat menarik. Jika Anda membagi satu angka dalam deret tersebut dengan angka sebelumnya, akan Anda dapatkan sebuah angka hasil pembagian yang besarnya sangat mendekati satu sama lain. Nyatanya, angka ini bernilai tetap setelah angka ke-13 dalam deret tersebut. Angka ini dikenal sebagai "golden ratio" atau "rasio emas".

GOLDEN RATIO (RASIO EMAS) = 1,618

233 / 144 = 1,618
377 / 233 = 1,618
610 / 377 = 1,618
987 / 610 = 1,618
1597 / 987 = 1,618
2584 / 1597 = 1,618

Rasio Emas Pada Anatomi Tubuh Manusia
Tubuh manusia pun tak luput dari rasio tersebut. Coba anda hitung sendiri :
* panjang dari pangkal lengan – sikut / sikut – ujung jari
* panjang dari ubun ubun – dagu / ubun ubun – sambungan kepala leher
* panjang lutut ke kaki / panjang dari abdomen ke lutut…dan lain sebagainya…

Semuanya terpaku di angka 0,61… Jari-jari kita pun juga mengandung Golden Ratio.
Perbandingan antar buku jari pun ternyata sesuai dengan deret Fibonacci : 2, 3, 5 dan 8 yang merupakan Deret Fibonacci 

Golden Ratio Points
Golden Ratio Points Berlaku pula untuk Organ Dalam Tubuh Kita yaitu Paru-paru. Pada Tahun 1987, B.J West & Dr. A.L Goldberger berhasil mengungkapkan Golden Ratio di paru-paru kita. Secara anatomis, paru-paru kita mirip bentuk pohon yang sudah kering. Coba amati lebih teliti, bentuknya pun tidak simetris. Sebagai contoh, saluran udara yang memisahkan 2 bronchi; salah satunya lebih panjang dari yang lain. Bentuk a-simetris ini terus berlanjut ke cabang berikutnya. Dan yang menakjubkan, rata-rata bronchus yang satu dengan bronchus yang lain ada di angka 0,61.

Kota Makkah adalah Golden Ratio Points Dunia
Proporsi jarak antara Mekah – Kutub Utara dengan jarak antara Makkah – Kutub Selatan adalah persis 1,618 yang merupakan Golden Ratio. Selain itu, proporsi jarak antara Kutub Selatan dan Makkah dengan jarak antara kedua kutub adalah lagi 1,618 unit.

Keajaiban belum selesai The Golden Ratio Point of the World adalah di kota Makkah menurut peta lintang dan bujur yang merupakan penentu umum manusia untuk lokasi.

Proporsi jarak Timur – Barat Makkah adalah 1,618 unit. Selain itu, proporsi jarak dari Mekah ke garis titik balik matahari dari sisi barat dan perimeter garis lintang dunia pada saat itu juga mengejutkan sama dengan Golden Ratio – 1,618 unit. The Golden Ratio Point of the World selalu dalam batas kota Makkah, di dalam Daerah Suci yang meliputi Ka’bah menurut semua sistem pemetaan kilometrical meskipun variasi kecil dalam perkiraan mereka.
Rasio Emas Pada Al Qur’an
Hubungan antara Kota Mekah dan Golden Ratio jelas terukir dalam Surah Ali Imran’s (bagian dari Al Qur’an) ayat 96.

 Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. (QS.3 Ali 'Imran:96.)

Jumlah total semua huruf dari ayat ini adalah 47. Menghitung Golden Ratio dari total surat, kata Makkah tersirat : 47/1.618 = 29,0.
Sekarang kita lihat disini.

1. Golden ratio adalah bilangan pecahan.

2. Ayat-ayat adalah bilangan bulat.

47/1.6180339887 = 29,047599
Terdapat 29 surat-surat dari awal sampai ayat kata, Makkah seperti dalam peta dunia. Jika hanya satu kata atau huruf yang hilang, rasio ini tidak pernah bisa dipakai. Dengan tanpa batas, kita telah melakukan proses yang sama yang kita laksanakan pada peta dunia dan menyaksikan koherensi mulia sejumlah surat yang mengungkapkan hubungan antara Makkah dan Golden Ratio.

Penemuan mengenai hubungan antara Golden Ratio, Makkah, Ka’bah dan Qur’an telah meningkat dari hari ke hari. Pada gambar, itu menunjukkan bahwa pengukuran dengan rasio emas kompas yang juga dikenal sebagai Leonardo kompas, membuktikan bahwa kota Mekah terletak di Golden Ratio Point of Saudi sementara Ka’bah terletak di Makkah Golden Ratio City. Menurut perhitungan probabilitas, semua bukti ini tidak dapat insidental (terjadi Secara Kebetulan).

Yang jelas seandainya peta dibentangkan 
Batas kiri & kanan: Equinox Line
Batas atas : kutub utara
Batas bawah : kutub selatan

Tidak ada kota lain yang posisinya Golden Ratio secara garis lintang dan garis bujur sekaligus, selain Makah. Ada yang menarik bagi kiblat ummat Islam yaitu Ka’bah, ternyata ka’bah selain sebagai titik sentral menghadap ketika shalat (dari manapun arahnya ke Ka’bah menghadapnya) namun Ka’bah mempunyai keajaiban lain, Miracle Of Kaaba ini terbukti dengan penelitian ilmuwan, ditemukan bukti adanya keajaiban yang akurat dengan ditemukannya angka unik 1,618. Angka satu koma enam ratus delapan belas ini, bisa cm, meter atau kilometer dst.

Dimana keajaibannya? Ternyata dibangunnya Ka’bah oleh Nabi Ibrahim AS bersama putranya Nabi Ismail AS adalah titik sentral alam semesta. Jadi bukan asal di bangun dan bukan asal berdiri.

Uniknya lagi, jarak dari ka’bah ke kutub utara dan jarak ka’bah ke kutub selatan, di mana jarak terpanjang di bagi dengan jarak terpendek hasilnya 1,618. Begitu juga jarak dari Ka’bah ke barat dan jarak ka’bah ke timur dimana sisi panjang di bagi sisi pendeknya, juga ketemu angka 1,618.

Begitu juga jarak diagonal ka’bah di peta, dari jarak sisi panjang ke sisi jarak pendeknya di bagi dua, akan menghasilkan jarak 1,618. Dan jarak dimana ka’bah ke Timur dan ke Barat lebih semetris di bandingkan dengan jarak dari Greenwich Mean time ( GMT ).

Di London yang dijadikan titik sentral untuk menentukan waktu dari 0 (nol ) derajat ke barat sejauh 180 derajat dan 0 (nol) derajat ke timur sejauh 180 derajat yang bertemu di Samudera Pasifik,sebenarnya tidak akurat, jadi menurut konsep ini mestinya pembagian waktu yang tepat bukan dari kota London, tapi kota Makkah, Allahu Akbar.

Semua bukti ini menunjukkan bahwa antara Sang Pencipta Dunia dan matematika adalah Satu dan Tunggal yaitu Allah SWT, yang tak dapat dijelaskan dan kekuatan besar yang telah menciptakan Ka’bah, kota suci dan Al Qur’an. Ini mengingatkan seluruh umat manusia bahwa dia telah memberikan tanda-tanda untuk seluruh umat manusia atas dasar ramalannya tentang masa depan dan bahasa umum manusia.

Penemuan mengenai hubungan antara Golden Ratio, Makkah, Ka’bah dan Qur’an telah meningkat dari hari ke hari. Pada gambar, itu menunjukkan bahwa pengukuran dengan rasio emas kompas yang juga dikenal sebagai Leonardo kompas, membuktikan bahwa kota Makkah terletak di Golden Ratio Point of Saudi sementara Ka’bah terletak di Makkah Golden Ratio City. Menurut perhitungan probabilitas, semua bukti ini tidak dapat insidental (terjadi Secara Kebetulan). (islamterbuktibenar.net)

0
Semua yang telah kita pelajari sejauh ini memperlihatkan kita akan satu kenyataan pasti: Al Qur'an adalah kitab yang di dalamnya berisi berita yang kesemuanya terbukti benar. Fakta-fakta ilmiah serta berita mengenai peristiwa masa depan, yang tak mungkin dapat diketahui di masa itu, dinyatakan dalam ayat-ayatnya. Mustahil informasi ini dapat diketahui dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi masa itu. Ini merupakan bukti nyata bahwa Al Qur'an bukanlah perkataan manusia.

Al Qur'an adalah kalam Allah Yang Maha Kuasa, Pencipta segala sesuatu dari ketiadaan. Dialah Tuhan yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Dalam sebuah ayat, Allah menyatakan dalam Al Qur'an "Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur'an ? Kalau kiranya Al Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya." (Al Qur'an, 4:82)

Tidak hanya kitab ini bebas dari segala pertentangan, akan tetapi setiap penggal informasi yang dikandung Al Qur'an semakin mengungkapkan keajaiban kitab suci ini hari demi hari.

Apa yang menjadi kewajiban manusia adalah untuk berpegang teguh pada kitab suci yang Allah turunkan ini, dan menerimanya sebagai satu-satunya petunjuk hidup. Dalam salah satu ayat, Allah menyeru kita:

"Dan Al Qur'an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat." (Al Qur'an, 6:155) 

Dalam beberapa ayat-Nya yang lain, Allah menegaskan:

"Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir." (Al Qur'an, 18:29) 

"Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan, maka barangsiapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya." (Al Qur'an, 80:11-12)
0


Al-Quran diturunkan pada 1400 tahun yang lalu, Al-Quran yang diturunkan Allah swt kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Zabril, Al-Quran Banyak mengandung Makna dan Hikmah, Serta rahasia-rahasia didalamnya.dan Al-Quran juga mengandung pengetahuan yang baru didapati kebenarannya pada zaman ini dengan teknologi canggih.

Hal ini ditemukan dalam ayat-ayat yang sama yang berbicara tentang kebetulan antara ilmu pengetahuan dan Al Qur'an. Itu karena ayat-ayat ini pada dasarnya diarahkan untuk orang-orang kafir yang tidak percaya pada Alquran dan Allah.Subhanallah atas kemurahan Allah serta kasih sayangnya terhadap hamba-hambanya telah mengarahkan ayat-ayat terhadap mereka karena mereka yang akan melihat fakta-fakta yang terkandung dalam Al-Quran, Oleh karena itu, kita menemukan pesan ilahi untuk memberi peringatan kepada mereka, Tercatat Dalam Al-Quran: 

"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur'an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?
(Qs Fussilat [41] : 53)
 
Ayat ini jelas adalah menangani mereka yang menduga Al Qur'an. Ia mengatakan bahwa Allah akan membimbing mereka untuk melihat tanda-tanda-Nya dan mujizat untuk menyadari dan mengetahui kepastian musuh bahwa Al Qur'an adalah kebenaran dan itu adalah kitab Allah.

Maka apakah mereka tidak menghayati Al Qur'an? Kalau kiranya Al Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.
(Qs An-Nisa [4] : 82)
 
Jadi jika Al-Qur'an dibuat oleh tangan manusia atau siapa saja dan bukan Allah, Pastilah kita akan melihat di dalamnya perbedaan dan kontradiksi didalamnya. Tetapi jika kita melihat itu setuju dan bertepatan dengan ilmu baru dan tidak bertentangan dengan itu, maka ini adalah bukti ilmiah bahwa itu datang dari Allah (SWT dan Maha Suci Allah) Siapa Pencipta alam semesta dan pewahyu dari Al-Qur'an.
 
Ini adalah tujuan dari mukjizat ilmiah, untuk melihat dalam Al Qur'an ini simetri dalam setiap hal, dan tidak menemukan gangguan apapun, kesalahan atau kontradiksi. Hal ini karena Al-Quran adalah Buku yang difirmankan Allah. Sedangkan buku yang ditulis oleh orang-orang namun penulis mereka berusaha untuk menulis kitab yang sempurna, Pastilah mereka masih memiliki kontradiksi, gangguan atau kesalahan.
 
Bukti terbesar dari kebenaran fakta Alquran adalah bahwa ilmuwan mulai berubah istilah kosmik mereka, misalnya mereka mengubah "ruang" istilah untuk "membangun". Dengan demikian mereka telah menemukan bahwa mereka keliru dalam menggunakan istilah ini sehingga mereka meninggalkannya dan digunakan apa yang lebih akurat dan benar setelah penemuan mereka tentang materi gelap.
 
Namun Al-Qur'an, yang diturunkan oleh Allah yang mengetahui rahasia langit dan bumi, telah memberi kita ekspresi yang akurat secara langsung. Demikianlah Allah telah menjelaskan dalam bukunya :

"Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari Al Qur'an ketika Al Qur'an itu datang kepada mereka, (mereka itu pasti akan celaka), dan sesungguhnya Al Qur'an itu adalah kitab yang mulia."
(Qs Fussilat [41] : 42)
 
Orang-orang yang beriman kepada Allah, ia akan percaya kepada Al-Quran yang telah diturunkan kepadanya, Namun sebagian kecil manusia juga ada yang menolak kehadiran Al-Quran dengan menyombong ayat-ayat Al-Quran, Bahkan sampai mendustakannya. Orang seperti ini disebut Kafir, Kafir juga berarti orang yang berbuat kerusakan dan menghalangi Manusia untuk beribadah kepada Allah. Astaghfirullah,

Mengenai kafir, yang menyangkal Qur'an dan mendustakan pesan Islam, ia harus melihat dan merenungkan untuk mencapai meyakinkan kepada iman Islam dan menyadari dari fakta-fakta kebenaran agama ini dan kebenaran penutup para nabi yaitu Nabi Muhammad Saw (Semoga damai menyertainya).

Meskipun Al-Qur’an diwahyukan 1400 tahun yang lalu, di dalamnya mengandung fakta-fakta ilmiah yang sama sekali tak diketahui pada saat itu. Fakta-fakta tersebut baru ditemukan pada jaman kita melalui peralatan ilmiah dan teknologi mutakhir. Ciri ini jelas menunjukkan keaslian Al-Qur’an sebagai wahyu yang berasal dari Allah. Berikut adalah cont­oh dari keajaiban tersebut:

"Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
(Qs
An-Naml [27] : 88)
digitalhuda.com